Sejumlah kerabat menangisi kematian seorang pria akibat terpapar virus corona saat proses kremasi di sebuah krematorium di Kota New Delhi, India, Senin (28/9/2020). Foto: internet

Kasus positif virus corona di India naik 61.267 orang dalam 24 jam terakhir sehingga menjadi 6,69 juta pasien pada Selasa pagi (6/10/2020). Kematian akibat COVID-19 juga meningkat 884 sehingga secara keseluruhan berjumlah 103.569 jiwa.

semarak.co– Data Kementerian Kesehatan India melaporkan, jumlah kematian COVID-19 di India menembus angka 100 ribu pada Sabtu (3/10/2020), menjadikan negara ketiga dunia yang mencapai tonggak sejarah kelam, setelah Amerika Serikat (AS) dan Brazil. Epidemi virus corona di India juga belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pekan lalu otoritas India, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/10/2020) malah semakin melonggarkan pembatasan COVID-19 dengan mengizinkan negara bagian untuk membuka sekolah dan bioskop.

Sementara itu, otoritas Meksiko mengungkapkan penemuan jasad 12 pria dan wanita di dalam mobil yang ditinggalkan di daerah pedesaan Negara Bagian San Luis Potosi, lokasi yang dipenuhi aktivitas kartel narkoba, pada Senin (5/10/2020) waktu setempat.

Kejaksaaan Agung San Luis Potosi menyebutkan bahwa pesan tertulis dari terduga organisasi kriminal ditemukan di sebelah jasad 10 pria dan 2 wanita tersebut. Kejaksaan tidak membocorkan isi pesan itu atau memberikan penjelasan mengenai penyebab kematian para korban, yang belum teridentifikasi.

BACA JUGA :  Lakukan Kesepakatan Bersama, Kementerian PANRB akan Wujudkan Perpustakaan Zaman Now

Sejumlah geng kriminal beroperasi di Negara Bagian San Luis Potosi, termasuk kartel berpengaruh Zetas dan Kartel Generasi Baru Jalisco. Antara Januari – Agustus tahun ini sebanyak 411 orang dibunuh di San Luis Potosi, menurut data resmi, naik 43 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Selama lebih dari satu dekade pemerintah Meksiko gagal berupaya mencegah maraknya kekerasan kartel melalui operasi besar-besaran militer dan juga polisi. (net/smr)

LEAVE A REPLY