Presiden Suriah diberi Hadiah Parfum Oleh Trump: Respons Asy Syaraa disorot

Presiden Suriah Ahmad Asy Syarat, tiba-tiba diberi hadiah berupa parfum oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pemimpin Suriah, Asy Syaraa pun merespons pemberian hadiah tersebut dengan ucapan terima kasih. Respons orang nomor satu Suriah pun disorot publik internasional.

Semarak.co – Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump setelah menerima hadiah parfum bermerek “Trump” dalam pertemuan yang berlangsung di Istana Gedung Putih, Washington DC, AS.

Bacaan Lainnya

Momen pemberian parfum tersebut menjadi sorotan internasional setelah video soal Donald Trump menyemprotkan parfum kepada Asy Syaraa mendadak viral di media sosial, seperti dilansir Arrahmah.id dari Ynet News (20/5/2026).

Pertemuan antara Trump dan asy Syaraa berlangsung pekan ini di Oval Office sebagai bagian dari pembicaraan hubungan diplomatik baru antara AS dan pemerintahan Suriah pasca jatuhnya Presiden Suriah sebelumnya, Bashar al-Assad.

Dalam pertemuan kenegaraan tersebut, Presiden Paman Sam Donald Trump memberi hadiah berupa botol parfum dengan merk “Victory 47 by Trump” kepada Presiden Suriah Suriah, Ahmad asy Syaraa sambil menyemprotkan parfum itu ke udara di hadapan media.

Tak lama setelah itu, asy Syaraa mengunggah ucapan terima kasih resmi kepada tuan Trump melalui unggahannya di media sosial. Asy Syaraa mengatakan, “Kami berterima kasih kepada Presiden Donald Trump atas hadiah berharga ini.”

Kantor Berita Britania Raya, Reuters melaporkan bahwa parfum tersebut merupakan produk terbaru lini bisnis Donald Trump yang dipasarkan dengan nama “Victory 47”, merujuk pada nomor urut Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Produk itu dijual dengan harga ratusan dolar dan menjadi bagian dari berbagai merchandise resmi Trump menjelang kampanye politik terbarunya. Video Trump yang menyemprotkan parfum kepada asy Syaraa di Oval Office menjadi viral di media sosial dan menuai beragam reaksi publik.

Sebagian pengguna media sosial menganggap momen itu lucu dan tidak biasa dalam diplomasi internasional, sementara lainnya mengkritiknya sebagai tindakan yang terlalu santai untuk pertemuan antar kepala negara.

Pertemuan Trump dan asy Syaraa sendiri menandai perubahan besar hubungan Washington dan Damaskus setelah bertahun-tahun ketegangan selama perang Suriah. Reuters sebelumnya melaporkan pemerintahan Trump mulai membuka komunikasi langsung dengan pemerintahan baru Suriah.

Donald Trump mulai membuka komunikasi dengan pemimpin Suriah setelah asy Syaraa mengambil alih kekuasaan pasca tumbangnya rezim Bashar Al Assad pada akhir 2024. Dalam konferensi pers terpisah, Trump menyebut pertemuannya dengan asy Syaraa berjalan positif.

Trump mengatakan, “Kami memiliki hubungan yang sangat baik dan ingin melihat Suriah menjadi stabil kembali.” Sejumlah analis Timur Tengah menilai simbolisme hadiah parfum tersebut mencerminkan gaya diplomasi personal Donald Trump.

Gaya diplomasi Trump yang kerap menggunakan pendekatan informal dan media sosial untuk membangun hubungan politik internasional. Namun, langkah normalisasi hubungan AS dengan pemerintahan baru Suriah tetap menuai perhatian dan perdebatan di kawasan maupun Barat. (net/aid/rts/yn/kim/smr)

Pos terkait