PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports sukses mengelola lalu lintas penerbangan dan pergerakan penumpang pesawat pada arus keberangkatan menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru periode 15 – 31 Desember 2025.
Semarak.co – Secara kumulatif di 37 bandara kelolaan, InJourney Airports melayani 8,23 juta penumpang pesawat dengan total sekitar 62 ribu pergerakan pesawat pada periode tersebut. Bandara yang menjadi tersibuk dari sisi penumpang adalah Soekarno-Hatta Tangerang (2,86 juta penumpang).
MenyusuI Bandara Gusti Ngurah Rai Bali (1,18 juta penumpang), Juanda Surabaya (703 ribu penumpang), Sultan Hasanuddin Makassar (493 ribu penumpang) dan Kualanamu Deli Serdang (380 ribu penumpang).
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi mengatakan seluruh aspek operasional dan pelayanan bandara berjalan optimal dan lancar. Persiapan matang dan kolaborasi erat di antara stakeholders menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan keselamatan.
“Sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang berkesan pada arus keberangkatan ini. Pada 15 – 31 Desember, arus pergerakan penumpang tertinggi sebelum Natal ada pada 24 Desember yakni sekitar 543 ribu penumpang,” papar Pahlevi dirilis humas melalui email semarak.redaksi@gmail.com, Jumat (2/1/2026).
Kemudian, lanjut Pahlevi, arus penumpang tertinggi sebelum tahun baru pada 28 Desember 2025 sebanyak 531.140 penumpang. Adapun total penerbangan tambahan (extra flight) yang dioperasikan maskapai mencapai 1.725 extra flight.
Pahlevi memaparkan utilisasi slot time (ketersediaan waktu keberangkatan penerbangan dan kedatangan penerbangan di bandara) cukup tinggi pada arus keberangkatan Nataru ini. Utilisasi slot time secara kumulatif di seluruh bandara hampir mencapai 90%.
Slot time merupakan salah satu alat produksi, dan utilisasi yang tinggi menandakan operasional bandara berjalan sangat optimal pada peak season akhir tahun ini. Memasuki tahun baru 2026, InJourney Airports telah melakukan persiapan dalam melayani arus balik penumpang pesawat.
Puncak arus balik diperkirakan pada 3 dan 4 Januari 2026. “okus utama InJourney Airports pada arus balik tetap aspek keamanan, keselamatan dan pelayanan di bandara. Kolaborasi erat terus dilakukan seluruh stakeholders bandara untuk memastikan penanganan yang baik terhadap lalu lintas penerbangan dan pergerakan penumpang pesawat. (hms/smr)






