Lewat kegiatan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026, Badan Bahasa Kemendikdasmen kembali menjadikan momentum mudik lebaran untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya budaya membaca buku bacaan berkualitas khususnya kepada anak-anak.
Semarak.co – Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin mengatakan, kegiatan ini bukan hanya kesempatan untuk membagikan buku secara gratis melainkan ini juga menjadi bagian dari upaya konkret pemerintah merangkul masyarakat untuk turut serta meningkatkan minat literasi.
“Kegiatan ini dilakukan tidak hanya dengan membagikan buku, namun juga ada pojok baca, membaca nyaring, mengulas buku, serta mendongeng dan mewarnai. Kami ingin memberikan pengalaman literasi yang utuh bagi pemudik,” terangnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Selasa (17/3/2026).
Selain menyediakan buku cetak, Badan Bahasa juga membuka akses bacaan digital bagi masyarakat. Ribuan buku dapat diakses secara gratis melalui kanal digital Kemendikdasmen.
“Kami juga menyediakan kanal digital. Buku versi digitalnya dapat diakses di budi.kemendikdasmen.go.id. Di sana tersedia ribuan buku yang bisa diunduh dan dibaca secara gratis,” tambahnya.
Lokasi yang menjadi titik MABB tahun ini adalah Pelabuhan Tanjung Priok. Di sana, Badan Bahasa membagikan 1.700 eksemplar buku bacaan yang menjadi rebutan oleh sekitar 2 ribuan pemudik yang kebanyakan menggunakan moda transportasi bis.
Salah satu penerima buku bacaan di Pelabuhan Tanjung Priok adalah Rohanatus Sholeha. Ia merasa senang mendapatkan buku bacaan bermutu untuk perjalanan mudiknya tahun ini. Ia mengapresiasi Kemendikdasmen membagikan buku bacaan bermutu untuk menemani perjalanan dan menjadi literasi untuk anak-anak.
“Buku ini banyak terdapat gambar dan cerita yang sangat menarik. Sangat tepat untuk menemani perjalan mudik. Sesampainya saya di kampung nanti, saya akan memberikan buku ini kepada keluarga saya supaya mereka senang dan bersemangat untuk membaca buku,” ujar Rohana.
Penerima buku lainnya, yaitu Putra Mahardika, siswa SD Pantai 01, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengucapkan terima kasih kepada Tim Badan Bahasa Kemendikdasmen atas empat buku bacaan yang diterimanya.
“Di bis nanti saya akan membaca buku ini bersama adik dan orang tua saya. Saya melihat banyak gambar dan cerita menarik pada buku ini, semoga buku ini bisa bermanfaat dan membuat mudik ini semakin berkesan,” tutup Putra.
Sementara itu, di Terminal Kampung Rambutan, antusiasme juga terlihat dari para pemudik yang membawa anak-anak. Devi, pemudik yang akan pulang ke Palembang bersama anak balitanya, tampak mengunjungi gerai Mudik Asyik Baca Buku dan mengambil beberapa buku bergambar untuk anaknya.
“Menurut saya kegiatan ini sangat membantu karena jika ada buku, selama perjalanan bisa diisi dengan kegiatan membaca. Lebih bermanfaat. Anak saya juga suka gambar-gambar hewan dan mewarnai,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Komariah, pemudik yang akan menuju Lampung bersama putranya yang berusia empat tahun. Ia menilai pembagian buku gratis ini memberikan kegiatan edukatif bagi anak-anak selama perjalanan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak dan orang tua yang mendampingi, karena selama perjalanan jadi ada kegiatan yang edukatif. Anak-anak suka buku yang ada gambar dan karakternya,” katanya.
MABB 2026 Diapresiasi dan Jadi Inspirasi untuk Hadirkan Pojok Baca di Terminal
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pengelola Terminal Kampung Rambutan. Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, menilai program tersebut sangat membantu para pemudik yang membawa anak-anak.
“Kami harapkan kegiatan ini terus berlanjut supaya masyarakat yang datang ke terminal merasa nyaman dan mendapatkan buku bacaan gratis yang nantinya berguna untuk anak-anaknya,” ungkap Revi.
Ia juga mengajak para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia di stan tersebut. “Kami mengajak para pemudik untuk tidak ragu-ragu mendatangi stan Mudik Asyik Baca Buku ini, karena buku-buku berkualitas ini diberikan secara gratis,” tambahnya.
Kepala Terminal Kalideres Nur Prasetyo yang menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menilai bahwa kegiatan membaca dapat menjadi alternatif positif bagi anak-anak yang menunggu keberangkatan mudik.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat mengalihkan perhatian anak-anak dari penggunaan telepon genggam ke buku. Kebutuhan literasi membaca buku memang perlu terus didorong,” ujar Nur Prasetyo.
Ia menambahkan bahwa Terminal Kalideres juga berencana mengembangkan fasilitas literasi bagi penumpang. “Ke depan kami akan mengembangkan area bermain anak sekaligus pojok membaca di area terminal, termasuk di area food court.
Kemendikdasmen Perluas Jangkauan MABB 2026 ke Cilegon dan Serang
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), memperluas jangkauan Mudik Asyik Baca Buku (MABB) Tahun 2026 hingga ke Kota Cilegon dan Kota Serang, Provinsi Banten.
Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin mengatakan, tujuan MABB adalah meningkatkan daya baca dan memberikan buku yang bermanfaat bagi anak sesuai dengan jenjangnya. Kemudian juga memperkenalkan buku bacaan yang cocok bagi anak dan menghadirkan aktivitas literasi.
Demikian disampaikannya pada kesempatan berbeda saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti meninjau MABB 2026 di Stasiun Senen, Jakarta, Senin (16/3).
Di Banten, kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, dan Terminal Pakupatan, Kota Serang. Di Pelabuhan Merak, sebanyak 2.300 buku bacaan dibagikan kepada para pemudik, khususnya keluarga dan anak-anak yang menunggu keberangkatan kapal menuju Sumatra.
Sementara itu, di Terminal Pakupatan juga dibagikan 2 ribu buku bacaan kepada para pemudik yang menggunakan transportasi darat. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00 hingga 15.00 WIB.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Imam Budi Utomo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat literasi masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak dini.
Oleh karena itu, menurutnya, penyediaan akses bacaan yang berkualitas bagi masyarakat perlu terus diperluas, termasuk melalui kegiatan literasi di ruang-ruang publik seperti terminal dan pelabuhan.
“Kita harus memastikan bahwa bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa pemersatu, bahasa daerah tetap lestari sebagai akar budaya, dan penguasaan bahasa asing menjadi jendela dunia bagi putra-putri kita,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, menyampaikan bahwa Kota Cilegon sebagai wilayah yang memiliki pelabuhan penyeberangan strategis menjadi titik penting mobilitas masyarakat, terutama pada masa arus mudik.
Menurutnya, kegiatan literasi di area pelabuhan menjadi langkah positif untuk memberikan aktivitas yang bermanfaat bagi para pemudik, khususnya keluarga yang membawa anak-anak.
Ia juga menjelaskan bahwa area Mall Sosoro di Pelabuhan Merak sering menjadi titik berkumpul para pemudik sebelum memasuki kapal feri, sehingga kegiatan literasi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk mengisi waktu tunggu dengan kegiatan yang edukatif.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat memperoleh informasi yang bermanfaat serta menjalani perjalanan dengan aman, tertib, dan nyaman,” ujarnya (hms/smr)





