Acara Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026 yang digagas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen menarik perhatian para pejabat negara yang juga berkunjung ke stasiun untuk memantau arus mudik di beberapa titik di Jakarta.
Semarak.co – Apresiasi atas MABB 2026 datang dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat meninjau Terminal Pulogebang. Ia menekankan bahwa inisiatif Kemendikdasmen ini merupakan langkah luar biasa dalam menumbuhkan minat baca anak-anak.
“Ini adalah (hal yang) luar biasa dan tentu saya sangat mendukungnya,” jelas Yassierli, dirilis humas Kemendikdasmen usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Kamis malam (19/3/2026).
Berikutnya, Menko Polkam Djamari Chaniago, saat di Terminal Kampung Rambutan mengapresiasi peran Badan Bahasa yang aktif melayani anak-anak agar tidak jenuh selama perjalanan. Ia menerangkan, kesiapan terminal tidak hanya diukur dari kesiapan keamanan, tetapi juga layanan yang nyaman.
“Saya mengucapkan terima kasih, termasuk juga dari Badan Bahasa yang melayani anak-anak supaya tidak bosan dengan memberikan buku-buku bacaan untuk (dibaca) selama di perjalanan maupun nanti (sesampai) di kampung halaman,” terang Djamari pada Senin (16/3).
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah yang menjadi kunci sukses program MABB. Ia mengungkapkan bahwa pembiasaan membaca harus dimulai dari anak-anak.
“Langkah ini (penguatan budaya baca) harus konsisten kita lakukan untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia kita. Dengan membaca, kita akan tahu berbagai ilmu pengetahuan dan itu harus kita mulai dari anak-anak kita,” jelasnya.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berkunjung ke Stasiun Pasar Senen, mengomentari MABB di sana. Ia menilai kehadiran buku bacaan di tengah transportasi publik adalah hal yang penting untuk menambah wawasan anak-anak.
“Ini bisa dimanfaatkan oleh anak-anak, menemani mereka saat berada di perjalanan, di mana para orang tua juga bisa membacakan cerita buat anak-anaknya. Budayakan membaca, karena buku adalah jendela dunia,” ujar AHY.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan rasa syukurnya karena program ini diterima dengan baik dan mendapat dukungan banyak pihak.
“Alhamdulillah program ini berjalan dengan lancar dan dari waktu ke waktu jumlah buku yang dibagikan semakin banyak dan juga mendapatkan dukungan serta apresiasi yang tinggi dari seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Pada MABB tahun ini, Kemendikdasmen menyebarkan 24 ribu eksemplar buku bacaan bermutu yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pihak. Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh berbagai mitra. (hms/smr)





