Pebalap tim Ducati Danilo Petrucci melakukan selebrasi setelah menjuarai Grand Prix Prancis di Le Mans, Prancis. Minggu (11/10/2020). Foto: internet

Pebalap MotoGP Danilo Petrucci merebut kemenangan pertama Ducati di Sirkuit Le Mans Prancis di saat para rival kewalahan mengatasi balapan basah Grand Prix (GP) Prancis, Minggu (11/10/2020).

semarak.co– Itu merupakan kemenangan MotoGP kedua bagi pebalap Italia itu setelah menang di Mugello, Italia, tahun lalu. Kemenangan Petrucci itu mengejutkan setelah ia gagal finis enam besar dari delapan balapan yang telah digelar sebelumnya.

Sebelum hari ini Minggu (11/10/2020), seperti dilansir laman resmi MotoGP, Ducati belum pernah menang di Le Mans sejak sirkuit itu menjadi tuan rumah Grand Prix pertama kali 1969 dan mulai 2000 menjadi bagian permanen kalender MotoGP.

Rookie tim Repsol Honda Alex Marquez tampil sensasional merebut podium pertamanya di kelas premier setelah finis runner-up, terpaut 1,273 detik dari sang juara dan Pol Espargaro melengkapi podium di tempat ketiga untuk KTM.

Di musim balapan yang terdampak pandemi Covid-19 itu, persaingan pebalap sangat ketat di mana tujuh pebalap berbeda memenangi balapan dari sembilan seri yang telah digelar.

Dinamika balapan berubah seketika ketika hujan turun pralomba dan race director menyatakan balapan basah dan start ditunda untuk persiapan mengganti ban hujan. Itu merupakan balapan basah pertama kalinya sejak Valencia 2018.

Meski publik tuan rumah berharap kepada Quartararo untuk menjadi pebalap pertama yang juara di kandang, Ducati sudah menjadi ancaman sejak mengirimkan lima pebalapnya di sembilan posisi start terdepan.

Dan benar saja, Danilo Petruci, Andrea Dovizioso, dan Jack Miller melesat ke depan di saat pole sitter Fabio Quartararo menjalani start yang buruk di lap pembuka.

Quartararo kesulitan mendapatkan ritme balapan di kampung halamannya kali ini hingga terlempar dari peringkat 10 besar. Demikian pula para pebalap Yamaha lainnya seperti Maverick Vinales dan Franco Morbidelli.

Harapan Valentino Rossi bersaing untuk perebutan gelar semakin terpuruk setelah The Doctor, julukn Valentino Rossi, terjatuh di chicane pertama di lap pembuka dan gagal finis untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah GP Emilia Romagna dan Catalunya.

Alex Rins membangun kecepatannya dan menjadi pebalap tercepat di sepuluh lap pertama hingga merangsek dari P16 ke P4 dan mendekati tiga Ducati terdepan.

Pebalap Spanyol itu melancarkan serangan di sembilan lap terakhir dan memecah konsentrasi ketiga pebalap Ducati dan merangsek ke peringkat tiga. Namun satu lap kemudian, Rins terjatuh, memupuskan harapan Suzuki untuk merebut podium dan bahkan kehilangan peluang juara.

Jack Miller yang sedang bertarung untuk podium juga harus kembali ke garasi karena mengalami masalah teknis dengan motor GP20nya. Tumbangnya Rins dan Miller membuka jalan bagi rookie Alex Marquez yang tampil cepat sejak start dari P18.

Di tiga lap terakhir, Marquez melakukan manuver untuk menyalip Dovizioso untuk merebut tempat kedua namun Petrucci memiliki ruang yang cukup jauh di depan hingga balapan finis di lap ke-26. Dovizioso harus puas finis P4 setelah kehilangan kecepatannya, dan mengamankan poin untuk naik ke peringkat tiga dengan raihan 97 poin.

Quartararo finis P9 untuk tetap bertahan di pucuk klasemen dengan 115 poin, sedangkan Joan Mir finis P11 dan masih mengancam di peringkat dua klasemen, terpaut 10 poin dari sang pebalap Prancis.

Johann Zarco melengkapi pesta Ducati di Le Mans setelah finis P6, mengalahkan Miguel Oliveira dari tim KTM Tech 3. Takaaki Nakagami dan Stefan Bradl, yang menggantikan Marc Marquez yang masih cedera, mengamankan poin untuk Honda setelah finis P7 dan P8 dan Maverick Vinales melengkapi finis 10 besar untuk Yamaha.

Atas hasil ini berarti Danilo Petrucci mewujudkan mimpinya sebagai juara Grand Prix Prancis setelah menaklukkan balapan basah. Petrucci tampil kuat sejak kualifikasi balapan seri kesembilan itu untuk mengamankan posisi start baris terdepan di P3, di belakang Fabio Quartararo dan Jack Miller.

Balapan sempat tertunda beberapa saat karena hujan turun jelang lomba di Le Mans, dan seketika mengubah nasib Quartararo yang tampil jeblok di balapan kandangnya. Pebalap yang juga mantan polisi itu mempertahankan catatan finis podiumnya di Le Mans dalam tiga tahun terakhir, yang mana ia finis peringkat tiga pada 2018 dan runner-up pada 2018.

Ducati sudah menjadi ancaman sejak mengirimkan lima pebalapnya di sembilan posisi start terdepan dan Petrucci menjadi pebalap Ducati terdepan yang menyintas balapan sepanjang 26 putaran itu untuk merebut kemenangan keduanya di kelas premier setelah GP Italia di Mugello, tahun lalu.

“Ini sukar dipercaya. Sejak pagi aku punya keyakinan di balapan kering, namun setelah itu turun hujan. Tapi, mungkin aku bisa melakukannya ketika hujan. Aku selalu tampil kuat ketika hujan, mungkin hanya finis podium di masa lalu dan aku menunggu cukup lama untuk kemenangan ini,” kata Petrucci seperti dilansir laman resmi MotoGP.

Ditambahkan pebalap yang bakal pindah ke tim KTM Tech 3 tahun depan itu Quartararo, “Aku bermimpi untuk bisa menang di sini dan aku sangat senang karena aku selalu berada di podium di Le Mans.”

Di tengah absennya juara dunia Marc Marquez, sang adik, Alex, membuktikan dirinya di balapan basah pertamanya untuk finis runner-up setelah start dari P18. Pebalap KTM Pol Espargaro melakukan serangan jelang finis untuk mengklaim podium di depan pebalap Ducati Andrea Dovizioso.

Quartararo mendapati hasil mengecewakan di balapan kandangnya namun tetap bertahan di pucuk klasemen dengan 115 poin setelah finis P9. Joan Mir masih menjadi rival terdekat pebalap tim Petronas Yamaha itu di runner-up klasemen dengan jarak 10 poin setelah finis P11 di Prancis.

Dengan kemenangan Petrucci itu, MotoGP telah menyaksikan musim yang sangat ketat tahun ini di mana tujuh pebalap berbeda telah mengangkat trofi di podium teratas dari sembilan balapan yang telah digelar. (net/smr)

LEAVE A REPLY