Mendikdasmen Mu’ti Dorong Pelajar Tanamkan Pola Pikir Bertumbuh dalam Keseharian

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti,

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar acara “Pak Menteri Menyapa Pelajar Indonesia Hebat” secara daring, sebagai ruang dialog antara jajaran pimpinan kementerian dengan sekitar 4.000 pelajar dari komunitas dan organisasi pelajar di Indonesia.

Semarak.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mendorong para pelajar menanamkan growth mindset atau pola pikir bertumbuh dalam keseharian mereka.

Bacaan Lainnya

“Orang hebat bukan mereka yang tidak pernah jatuh, melainkan mereka yang mampu belajar dari setiap pengalaman yang pernah terjadi dalam dirinya,” ungkapnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Selasa (17/3/2026).

Sekjen Kemendikdasmen Suharti menegaskan, forum ini merupakan wujud komitmen kementerian untuk terus menjaga kedekatan dengan peserta didik sebagai subjek utama pendidikan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai program-program prioritas, mendengarkan aspirasi mereka, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda kita,” lapor Suharti.

Ia juga merinci keterlibatan aktif dari komunitas dan organisasi pelajar, yakni Komunitas Patriot Pelajar Mahasiswa (PPM), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), dan Ikatan Pelajar Persatuan Islam (IP Persis).

Diseminasi Program Strategis dan Penguatan Karakter

Forum ini juga menjadi sarana penting untuk memaparkan capaian kebijakan strategis pemerintah, sebagai berikut. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yang merupakan program penguatan karakter melalui tujuh perilaku positif, mulai dari bangun pagi hingga tidur cepat.

Kemudian, Digitalisasi Pembelajaran, yang hingga Februari 2026, ratusan ribu papan interaktif pintar telah didistribusikan ke berbagai satuan pendidikan guna mendukung transformasi pembelajaran adaptif.

Selanjutnya, pemerataan akses pendidikan melalui optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) untuk menjamin akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dan daerah 3T. (hms/smr)

Pos terkait