Mendikdasmen Mu’ti dan Kepala Basarnas Marsekal Madya Syafii Teken Nota Kesepahaman tentang Keselamatan Diri

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kanan) memamerkan berkas nota kesepahaman yang baru diteken bersama Ketua Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kantor Kemendikdasmen Jl Jenderal Soedirman, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026). Foto: humas Kemendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti teken nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Ketua Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Jl Jenderal Soedirman, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Semarak.co – Ikut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen Suharti. Harapannya, melalui MoU ini semakin kuat sinergi lintas intansi untuk membangun kesadaran keselamatan diri masyarakat Indonesia yang tangguh bencana.

Bacaan Lainnya

Mendikdasmen Mu’ti menuturkan, momentum ini sejalan dengan keinginan Kemendikdasmen untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan diri kepada para murid dan guru di berbagai satuan pendidikan.

“Kita bisa bekerja sama menjadikan Search and Rescue (SAR) sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah,” tutur Mendikdasmen Mu’ti dirilis humas Kemendikdasmen usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat (27/2/2026).

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Syafii menyampaikan, sinergi ini penting mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa namun berisiko tinggi terhadap bencana. Ia menyebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam hal potensi bencana.

Termasuk megathrust yang diperkirakan akan terjadi dalam kurun waktu 100 tahun ke depan. Berdasarkan amanah undang-undang, masyarakat tidak terdampak yang berada di sekitar lokasi bencana memiliki kewajiban untuk melakukan tindakan awal sembari menunggu petugas.

Karena itu, Marsekal Madya Syafii mendorong adanya pelatihan di level Pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui alat permainan edukatif (APE) yang selaras dengan ajaran dasar bahwa keselamatan adalah sesuatu yang mendasar.

“Sehingga ke depannya mulai dari pelatihan-pelatihan di level PAUD bisa kita sinergikan mainan-mainan dengan minimal pemahaman bahwa keselamatan itu menjadi sesuatu yang mendasar,” imbuh Marsekal Madya Syafii lagi.

Menanggapi pernyataan ini, Mendikdasmen Mu’ti mengatakan, program Kemendikdasmen memiliki kesamaan visi dengan Basarnas. Fokus utama Kemendikdasmen adalah mendidik anak-anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya di berbagai bidang.

Tidak terkecuali kemampuan Search and Rescue (SAR) yang sangat diperlukan untuk disinkronkan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kemampuan ini juga bisa disinkronkan dengan program Pramuka yang sekarang menjadi ekstrakurikuler wajib di semua sekolah.

“Sangat penting bagi anak-anak kita untuk memiliki keahlian menyelamatkan diri, baik saat terjadi banjir, kebakaran, maupun musibah lainnya. Paling tidak, mereka memahami dasar-dasarnya,” ujar Mendikdasmen Mu’ti lagi.

Mendikdasmen Mu’ti berharap agar pertemuan ini menjadi awal untuk bersinergi menyelamatkan masyarakat yang memerlukan pertolongan. Kerja sama ini juga menjadi upaya dalam mengembangkan kemampuan anak-anak Indonesia agar dapat menjadi tim relawan Basarnas yang tangguh di masa depan.

Sekjen Kemendikdasmen Suharti menambahkan, Kemendikdasmen memiliki satuan pendidikan aman bencana (SPAB) yang bisa diselaraskan dengan Basarnas. Di kementerian, kita mempunyai Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Jadi, nanti program ini juga bisa kita bisa selaraskan. (hms/smr)

Pos terkait