Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan kementerian yang dipimpinnya terbebas dari praktik jual beli jabatan maupun budaya nepotisme dan sejenisnya.
Semarak.co – Menurut Yandri, integritas jabatan yang terbebas dari praktik korupsi sangat penting karena menjadi landasan utama bagi terciptanya pemerintahan yang baik dan berkeadilan di setiap lingkungan kerja.
“Jadi siapa pun yang jadi pejabat, mau eselon satu, eselon dua, eselon tiga atau posisi yang lain, kami pastikan tidak ada lagi jual beli jabatan. Jadi kalau masih ada yang mengatasnamakan saya dan Pak Wamen, gak usah tergoda, gak ada itu,” tegasnya, dirilis humas melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Selasa malam (9/12/2025).
Yandri juga berharap agar para pejabat di lingkungan Kemendes PDT jujur dan amanah. Sebab pejabat yang berintegritas membantu menjaga perdamaian dan kohesi sosial dengan menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan bersama.
Ia juga meminta para pejabatnya menerapkan nilai transparansi dan akuntabilitas. Sebab hal itu penting untuk menjadi landasan tata kelola yang baik, membangun kepercayaan publik, menekan korupsi, dan penggunaan sumber daya dapat dipertanggungjawabkan.
“Tujuannya biar bapak-ibu tidak punya beban. Saya dan Pak Wamen cuma mengharapkan kinerja, transparansi, dan bebas korupsi. Jadi kalau kita lakukan, insyaallah nilai yang tadi 81,99 itu bisa kita naikkan. Dari A minus jadi A plus, atau jadi AA, masak orang lain bisa kita nggak bisa?” imbuhnya.
Yandri berharap agar jajarannya dapat memperbaiki kekurangan dalam pelayanan publik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan memperjuangkan Asta Cita Presiden Prabowo khususnya di poin ke-6 tentang membangun dari desa.
“Karena kita tidak punya kepentingan, kecuali memperjuangkan asta cita ke-6 Bapak Presiden Prabowo, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” pungkasnya. (hms/smr)





