Mantan Tahanan Palestina Klaim Alami Penyiksaan Selama Dua Tahun di Penjara Israel

Mantan tahanan Palestina, Yaqub As-Sabbar, mengaku mengalami derita penyiksaan, penelantaran medis, serta luka berat akibat penangkapan oleh pasukan Zionis Israel sebelum menjalani masa tahanan selama dua tahun berjalan.

Semarak.co – As-Sabbar dibebaskan pada Rabu (8/7/2026) setelah menyelesaikan masa hukuman penjaranya. Menurut pengakuannya, secara keseluruhan ia telah menghabiskan sekitar 10 tahun di penjara Israel dalam beberapa periode penahanan.

Bacaan Lainnya

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, dilansir Arrahmah.id (10/7/2026), As-Sabbar mengatakan dirinya ditangkap pada 12 Agustus 2024 saat pasukan Israel menggerebek rumahnya di Ramallah, Tepi Barat. Ia mengklaim sempat diserang anjing pelacak sebelum ditembak hingga kehilangan kesadaran.

Ia menyebut tembakan menghancurkan tulang di kedua kakinya sehingga mengalami cedera serius dan kehilangan kemampuan berjalan secara normal. “Setelah anjing-anjing dilepaskan untuk menyerang saya, mereka menembaki saya hingga saya pingsan. Peluru menghancurkan tulang kaki saya dan membuat saya tidak bisa berjalan,” kata As-Sabbar kepada Al Jazeera.

Setelah menjalani perawatan awal di rumah sakit, As-Sabbar dipindahkan ke penjara. Selama menjalani penahanan, ia mengaku tidak memperoleh perawatan medis yang memadai meskipun mengalami luka serius.

Menurutnya, setiap permintaan untuk mendapatkan pengobatan ditolak. Ia mengklaim petugas penjara menyebut dirinya tidak berhak menerima layanan medis. Usai dibebaskan dari Penjara Negev (Naqab), As-Sabbar dibawa melalui Perlintasan Adh-Dhahiriya di selatan Hebron.

Sebelum dilarikan ke sebuah rumah sakit di Ramallah untuk menjalani perawatan lanjutan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan dirinya dievakuasi menggunakan ambulans sesaat setelah keluar dari penjara.

Sementara itu, sejumlah lembaga negara Palestina yang menangani isu tahanan menyatakan bahwa penjara-penjara Zionis Israel menjadi lokasi terjadinya berbagai dugaan pelanggaran terhadap tahanan Palestina di Ramallah dan Gaza.

Mereka menuduh adanya praktik kelaparan, penghinaan, pembatasan layanan kesehatan, serta penyiksaan fisik dan psikologis. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari otoritas Israel terkait tuduhan yang disampaikan As-Sabbar maupun pernyataan lembaga-lembaga Palestina tersebut.

Menurut data yang disampaikan lembaga Palestina, sejak dimulainya perang di Jalur Gaza, sekitar 23.000 warga Palestina dari Tepi Barat Palestina telah ditangkap, termasuk perempuan, anak-anak, dan mantan tahanan. (net/aid/alz/kim/smr)

Pos terkait