Psikolog lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa Maya Sita Darlina berbicara dalam sebuah acara Psychological First Aid di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (15/3/2020). Foto: Humas Dompet Dhuafa

Bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) membuat sebagian masyarakat merasa bosan bahkan jenuh hingga stres. Hal tersebut dapat memicu beban pikiran yang negatif bahkan menimbulkan sakit.

semarak.co -Lembaga filantropi Dompet Dhuafa mengajak dan memberikan solusi mengusir kejenuhan biar tidak stres selama beraktivitas di rumah melalu diskusi di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

GM Human Capital Dompet Dhuafa yang juga psikolog Maya Sita Darlina mengatakan, pola yang berubah dari kebiasaan ini menjadi tantangan tersendiri. Apalagi dan situasi bersamaan dengan anak-anak yang juga harus bersekolah di rumah. Tak sedikit yang mengeluh dan pusing atau stres menghadapi situasi ini.

“Ketika rumah berubah menjadi kantor situasinya menjadi tumpang tindih dengan tuntutan untuk berinteraksi dengan keluarga, ditambah pula dengan situasi yang serba tidak pasti, banyak informasi beredar di lini masa,” terang Maya dalam rilis Humas Dompet Dhuafa, Jumat (3/4/2020).

Maya menambahkan, “Yang bisa kita lakukan agar bekerja dalam rumah yang dilakukan memberikan dampak menyehatkan bagi psikologis kita adalah melakukan self regulation atas diri kita sendiri.

Melalui self regulation kita bisa merencanakan, lanjut Maya, mengendalikan, mengevaluasi serta mengadaptasi kondisi dari dalam diri maupun lingkungan untuk mencapai tujuan kita, tentunya juga dengan cara yang sesuai dengan cara yang kita inginkan dan berdampak positif untuk kita dan keluarga.

“Ritme pekerjaan yang padat dan jam kerja yang tinggi yang biasanya dihadapi di kantor kita regulasikan dengan suasana kerja di rumah agar seluruh tugas tetap dapat dikerjakan. Bantuan tehnologi dalam hal ini bisa seiring kita manfaatkan sehingga memudahkan kita untuk tetap menyelesaikan tugas,” terang dia.

Pada prinsipnya, ata dia, WFH atau bekerja dari rumah bukan hari libur tetapi tetap bekerja hanya lokasi kerjanya saja yang berbeda sehingga perlu penyesuaian penyesuaian dari diri kita untuk bisa menjalankannya dengan baik.

Maya Sita Darlina Foto: Humas Dompet Dhuafa

“Cara mengelola stres yang lain adalah Emotion Focused Coping yaitu strategi individu mengelola stres dengan fokus pada mengatur reaksi emosinya terhadap  sumber stressnya seperti individu atau masyarakat melakukan self control emosi atas sumber stressnya dengan menahan diri, mengatur perasaan misalnya,” ujarnya.

Individu atau masyarakat mencari atau membentuk kelompok bantuan sosial support, lanjut Maya, untuk tujuan  mencari dukungan emosi agar kita menjadi positif emosinya, melakukan positif reinterpretasi (mengambil hikmah), acceptance (berserah diri).

Antisipasi stres selama menjalani pola WFH atau bekerja dari rumah, yaitu Komunikasikan keseluruh keluarga tentang pekerjaan yang anda lakukan dalam membentuk situasi kerja, Buat Jadwal apabila mereka yang mempunyai anak maupun bayi dapat mengatur jadwal untuk bekerja.

Kemudian Mempersiapkan kebutuhan bekerja seperti menyiapkan lokasi bekerja dengan nyaman dan menyiapkan aplikasi bekerja online, buat aturan diri sendiri  untuk fokus pada tugas sehingga anda tidak mudah terpengaruh  hal-hal yang tidak penting, misalnya rasa malas, mengantuk, keinginan bermain sosial media, bangun emosi positif memulai dengan kata-kata positif sejak bangun pagi.

Terus mindset shifting menjadi lebih berorientasi Growth Zone bukan Mindset yang ada dalam Zona Ketakutan atau Mindset yang  ter-Lockdown dan tetap menjaga koneksi jejaring, WFH mendatangkan tantangan (baca problem) baru mungkin saja.

“Untuk itu kita perlu memiliki support dari orang lain yang bisa menenangkan kita dengan meyakini kita  bahwa  semua orang pun mengalami kesulitan yang sama,” ulasnya. (smr)

LEAVE A REPLY