Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberi update rutin pada wartawan. Foto: internet

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat jumlah pasien wabah virus corona jenis baru atau COVID-19 yang terkonfirmasi positif bertambah lagi menjadi 1.986 kasus. Dari jumlah itu, 134 pasien dinyatakan sembuh dan yang meninggal 181 jiwa.

semarak.co -Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, merujuk pada keterangan pemerintah, jumlah itu meningkat dibanding sehari sebelumnya.

Ada kenaikan sebesar 196 pasien dari Kamis (2/4/2020) sampai hari ini Jumat (3/4/2020), pukul 12.00 WIB. Tercatat jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia mencapai 1.986

Begitu pun dengan pasien yang sembuh bertambah 22 orang dan yang meninggal bertambah 11 orang. Sebelumnya pada Kamis (2/4/2020) tercatat kasus positif sebanyak 1.790, sementara pasien yang sembuh 112 orang sedangkan meninggal 170 orang.

“Gambaran-gambaran ini menunjukkan bahwa proses penularan masih terjadi di luar sana, karena itu pertimbangkan kembali kalau mau keluar. Tempat paling aman adalah di rumah,” kata Yurianto dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Sejauh ini, pemerintah telah memeriksa 7.924 spesimen COVID-19 dari 32 Provinsi, termasuk di dalamnya 120 kabupaten/kota. Catatan pemerintah menunjukkan DKI Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien positif COVID-19 terbanyak, yaitu 971 jiwa per 3 April. Banten dengan 170 pasien positif, Jawa Barat 225 pasien, Jawa Timur 155 pasien, dan Jawa Tengah 114 pasien.

Yuri, sapaan akrab Achmad Yurianto prihatin bertambahnya korban meninggal akibat COVID-19, karena itu diharapkan semakin mendorong tekad untuk memutus rantai penyebaran penyakit tersebut.

“Kita sangat prihatin, duka mendalam dan belasungkawa atas bertambahnya korban, baik dari masyarakat umum maupun tenaga medis. Karena itu, ini keprihatinan mendalam bagi kita sekaligus menjadi dorongan kuat untuk memutuskan rantai penyebaran penyakit ini,” kata Yuri.

Di antara pasien yang meninggal termasuk para tenaga medis yang menjadi ujung tombak dalam penanganan penyakit tersebut. “Di antara mereka ini ada guru-guru kita, senior-senior kita yang tanpa lelah menurunkan ilmu mereka kepada kita dan mereka meninggal dalam keadaan melaksanakan tugas,” tambah dia.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 1.790 kasus positif, sementara pasien yang sembuh 112 orang, sedangkan meninggal 170 orang. “Kunci untuk memutus rantai penyebaran penyakit yang disebabkan virus corona jenis baru itu adalah bagaimana menyikapinya dan berperilaku.

“Tentunya diawali dari masing-masing diri, jaga stamina, patuhi arahan-arahan yang telah diberikan pemerintah dan ikuti perkembangan penyakit ini melalui berita-berita yang benar,” ujar Yuri yang berlatar belakang pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes DKI Jakarta, Fify Mulyani mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 54 pasien positif virus corona dinyatakan sembuh, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan, Jumat (3/4/2020) pukul 09.00 WIB.

“Jumlah saat ini 958 orang kasus positif, dimana 96 orang diantaranya meninggal dunia,” kata  Fify saat jumpa pers di Balaikota Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Selain itu, 611 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 197 orang melakukan isolasi diri di rumah. “Sebanyak 720 orang masih menunggu hasil uji laboratorium,” ujarnya.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.470 orang, yakni 505 masih dipantau dan 1.965 sudah selesai pemantauan. Kemudian, 2.009 orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP), di antaranya 819 masih dirawat dan 1990 sudah selesai perawatan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menerima kunjungan para pihak yang memberikan bantuan untuk penanganan COVID-19 di Jakarta. Bantuan itu diantaranya Liga Muslim Dunia (World Moslem League) membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp4,3 miliar.

Kemudian Kadin Indonesia menyalurkan bantuan 100 ribu “rapid test” atau alat tes cepat virus corona (COVID-19), 105 ribu masker dan 300 alat pelindung diri (APD).

Sebelumnya jumlah pasien yang terpapar virus corona di DKI Jakarta sebanyak 958 orang atau hampir menembus angka 1.000 pasien per Jumat (3/4/2020) pukul 08.00 WIB seperti dipantau dari laman resmi wwww.corona.jakarta.go.id menyebutkan, pasien yang menjalani perawatan sebanyak 609 orang, pasien sembuh 54 orang, pasien meninggal dunia mencapai 96 dan pasien menjalani isolasi mandiri sekitar 199 orang.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 2.481 orang terdiri atas 510 orang proses pemantauan dan 1.971 orang selesai pemantauan. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 2.013 orang terdiri atas 823 orang menjalani perawatan dan 1.190 orang dinyatakan sehat dan pulang.

Sementara itu, data nasional mencatat 1.790 orang positif COVID-19 terdiri atas 1.508 pasien dirawat, 112 pasien dinyatakan sembuh dan 170 orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Kementerian Kesehatan RI segera menetapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bagi Provinsi DKI Jakarta agar Pemprov DKI dapat menerbitkan Peraturan Daerah tentang PSBB.

Anies juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk memperluas tes COVID-19 melalui tes cepat (rapid test) dan tes pemeriksaan cairan tenggorokan (swab). (net/lin)

LEAVE A REPLY