Iran Terima Respons AS, Negosiasi Pengakhiran Perang Masih Berlanjut

Republik Islam Iran menerima respons resmi Amerika Serikat (AS) terhadap proposal terbaru untuk mengakhiri perang tujuh bulan, meski isi jawaban Washington belum diumumkan kepada publik hingga Kamis sore waktu Indonesia.

Semarak.co – Menurut Associated Press (AP) dan Reuters (1/10/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan respons AS kepada Presiden Masoud Pezeshkian dan kabinet setelah kembali dari Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York terkini.

Bacaan Lainnya

Proposal Iran mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap, penghentian blokade pelabuhan, pelonggaran sanksi minyak, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan sebagai bagian kesepakatan diplomatik antara kedua negara untuk negosiasi.

Kantor Berita Inggris, Reuters melaporkan perbedaan utama kini berkaitan dengan urutan pelaksanaan langkah-langkah itu. Qatar menjadi mediator penting, sementara Pakistan juga terlibat dalam upaya menjembatani Washington dan Teheran menuju kesepakatan diplomatik yang memungkinkan.

Selat Hormuz menjadi titik utama negosiasi karena merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia. Iran sebelumnya mengusulkan pembukaan kembali jalur pelayaran setelah persyaratan tertentu dipenuhi oleh Washington dan pihak terkait tersebut.

Trump sebelumnya menolak proposal tujuh hari tersebut secara terbuka, tetapi pembicaraan tidak sepenuhnya berhenti. Para mediator terus menyampaikan pesan antara kedua pihak untuk mencari kemungkinan kesepakatan baru secara diplomatik lebih lanjut. (net/ap/rts/kim/smr)

Pos terkait