Ini 5 Kejadian Paling Nyeleneh di Piala Dunia, dari Ulah Pemain Hingga Insiden yang Sulit dipercaya

Sejarah Piala Dunia tidak hanya dipenuhi gol indah, aksi heroik dan perebutan trofi paling bergengsi di sepak bola. Turnamen ini juga melahirkan berbagai kejadian tak biasa yang membuat penonton, pemain, hingga wasit sama-sama tercengang.

Semarak.co – Beberapa insiden bahkan menjadi cerita legendaris karena begitu unik, kontroversial, dan nyaris tak terulang lagi. Mulai dari aksi emosional di pinggir lapangan hingga keputusan yang membuat dunia sepak bola geleng kepala, semuanya pernah mewarnai panggung Piala Dunia.

Bacaan Lainnya

Beberapa peristiwa bahkan begitu unik hingga memicu kontroversi dan menjadi bahan perbincangan selama bertahun-tahun. Dilansir Bola.com (12/7/2026), mulai dari pemain yang menendang bola saat lawan hendak mengambil tendangan bebas hingga wasit yang keliru memberikan tiga kartu kuning kepada satu pemain.

Berikut lima kejadian paling aneh dalam sejarah Piala Dunia.

1. Mwepu Ilunga Menendang Bola Saat Tendangan Bebas (1974)

Timnas Zaire, yang kini bernama Republik Demokratik (RD) Kongo, tampil di Piala Dunia 1974 di Jerman Barat. Setelah menelan dua kekalahan di fase grup, mereka menghadapi Tim Samba Brasil pada laga terakhir mereka.

Saat Brasil memperoleh tendangan bebas di penghujung pertandingan, bek Zaire Mwepu Ilunga tiba-tiba berlari dan menendang bola sesaat setelah wasit meniup peluit. Aksi tersebut membuat banyak orang mengira ia tidak memahami aturan permainan.

Ilunga langsung diganjar kartu kuning. Bertahun-tahun kemudian, ia menjelaskan bahwa tindakannya merupakan bentuk protes sekaligus upaya mengulur waktu, bukan karena tidak mengetahui peraturan.

2. Pangeran Kuwait Masuk ke Lapangan (1982)

Pada laga Grup D Piala Dunia 1982, Kuwait tertinggal 1-3 dari Prancis. Ketika Prancis mencetak gol keempat, para pemain Kuwait berhenti bermain karena mengira terdengar peluit dari tribun. Situasi itu membuat Pangeran Kuwait, Sheikh Fahad Al-Ahmad Al-Sabah, turun langsung dari tribun.

Turun menuju lapangan untuk memprotes keputusan wasit. Aksi tersebut menjadi salah satu momen paling langka dalam sejarah Piala Dunia. Wasit akhirnya tetap mengesahkan gol Prancis dan pertandingan berakhir dengan skor 4-1.

Beberapa tahun kemudian, Sheikh Fahad disebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada Michel Platini atas insiden tersebut.

3. Blunder Gila Rene Higuita (1990)

Kolombia menghadapi Kamerun pada babak 16 besar Piala Dunia 1990. Setelah bermain imbang tanpa gol selama waktu normal, laga berlanjut ke babak tambahan. Kiper Kolombia Rene Higuita, yang terkenal dengan gaya bermain nekat, keluar jauh dari kotaknya untuk menggiring bola. Namun ia kehilangan penguasaan bola setelah direbut Roger Milla.

Kesalahan fatal itu berujung gol bagi Kamerun yang kemudian menang 2-1. Blunder Higuita hingga kini masih dikenang sebagai salah satu kesalahan paling ikonik dalam sejarah turnamen.

4. John Aldridge Mengamuk di Pinggir Lapangan (1994)

Pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Irlandia menghadapi Meksiko dalam cuaca yang sangat panas. Pelatih Jack Charlton ingin memasukkan John Aldridge sebagai pemain pengganti. Meski pemain yang diganti sudah keluar lapangan, proses pergantian pemain justru tertunda.

Kondisi tersebut membuat Aldridge meluapkan kemarahannya kepada ofisial pertandingan di depan kamera televisi. Setelah akhirnya masuk, Aldridge berhasil mencetak gol untuk Irlandia. Meski kalah 1-2, Irlandia tetap lolos ke babak 16 besar berkat keunggulan selisih gol.

5. Wasit Beri Tiga Kartu Kuning untuk Satu Pemain (2006)

Laga Kroasia melawan Australia di Piala Dunia 2006 menghadirkan salah satu kesalahan wasit paling terkenal. Graham Poll memberikan kartu kuning pertama kepada Josip Simunic pada menit ke-61. Pada menit ke-89, Poll kembali mengeluarkan kartu kuning untuk Simunic.

Namun, sang pemain tetap dibiarkan melanjutkan pertandingan karena wasit lupa bahwa itu merupakan kartu kuning kedua. Baru pada menit ke-93 Poll kembali mengeluarkan kartu kuning yang sekaligus menjadi kartu merah bagi Simunic.

Insiden tersebut membuat Graham Poll mengakhiri kariernya sebagai wasit internasional setelah turnamen bergengsi Piala Dunia usai digelar selama sebulan penuh. Kenangan yang tak terlupakan sepanjang kariernya. (net/bc/cgt/kim/smr)

Pos terkait