Masyhuril Khamis Terpilih kembali Jadi Ketua Umum PB Al Washliyah periode Ke-2 di Muktamar XXIII

KH. Masyhuril Khamis memberi sambutan usai terpilih kembali secara aklamasi menjadi Ketua umum Pengurus Besar (PB) Al Jam'iyatul Al Washliyah periode ke-2 di Muktamar ke-XXIII di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, pada 7-10 Juli 2026. Foto: istimewa

Masyhuril Khamis terpilih kembali menjadi Ketua umum Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Al Washliyah periode ke-2 di Muktamar ke-XXIII di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, pada 7-10 Juli 2026. Bahkan Masyhuril terpilih secara aklamasi dalam musyawarah-mufakat tim formatur yang diumumkan, Kamis malam (9/7/2026).

Semarak.co – Pemilihan Ketua Umum PB Al Washliyah secara musyawarah-mufakat merupakan ciri khas Al Washliyah dalam bermuktamar yang selalu berlangsung adem dan damai. Tidak gejolak berarti dan lemparan-lemparan kursi seperti yang biasanya terjadi dalam ormas lain.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutan usai ditetapkan sebagai Ketua umum PB Al Washliyah, Masyhuril menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Masyhuril juga tidak menutup kekurangan yang mungkin terjadi di periode kedua karena faktor usia.

“Amanah ini sangat berat bagi saya. Namun saya bertekad untuk mengemban dan mencurakan seluruh kemampuan. Untuk itu saya mohon kepada rekan-rekan seperjuangan, para Syekh dan Tuan Guru membantu saya,” ujar Masyhuril dirilis yang diterima redaksi semarak.co melalui pesan elektronik, Jumat (10/7/2026).

“Tegur saya jika melakukan kesalahan dan apresiasi saya kalau benar.Di periode pertama saya sedang semangat-semangatnya, tenaga sangat full karena usia masih. Di periode kedua ini mungkin tenaga agak berkurang karena faktor usia, namun yakinlah saya akan mencurahkan segala kemampuan.”

Dengan tekad kuat dan ikhlas itu Masyhuril berjanji, jika melakukan pelanggaran siap meletakkan jabatan, karena jabatan baginya bukanlah tujuan tapi ibadah. Pada kesempatan itu Masyhuril mengumumkan yang akan menjadi rekanya dalam menjalan amanah kepemimpinan 5 tahun ke depan.

Yakni sebagai Sekretaris Umum Prof. H. Syarifuddin Herlambang dan Bendahara Rizal Naiboho. Rizal adalah bendahara umum periode sebelumnya. Sejumlah kader mengharapkan, terpilihnya Masyhuril untuk kedua kali ini diharapkan dapat melanjutkan program penguatan pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.

“Muktamar merupakan forum tertinggi untuk memilih pengurus baru dan menetapkan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan,” tutup Masyhuril dengan mata berkaca-kaca dan sesegukan dihadapan peserta muktamar dalam sambutannya. (ist/smr)

Pos terkait