Lima Negara Tarik Dukungan untuk Gianni Infantino, Krisis Kepemimpinan FIFA Makin Memanas

Gelombang penolakan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, kian membesar jelang pemilihan Presiden FIFA 2027. Sejumlah federasi sepak bola nasional memutuskan menarik dukungan setelah muncul kontroversi terkait rencana penjualan sebagian hak komersial FIFA kepada investor swasta.

Semarak.co – Kontroversi itu dipicu oleh proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang dirancang untuk mengelola hak komersial berbagai kompetisi FIFA. Melalui skema itu, FIFA berencana melepas sebagian kepemilikan kepada investor demi memperoleh pendanaan miliaran dolar AS.

Bacaan Lainnya

Rencana tersebut langsung memicu penolakan dari banyak federasi anggota. Mereka menilai proses penyusunan proposal dilakukan tanpa konsultasi yang memadai dan dinilai tidak mencerminkan prinsip transparansi dalam tata kelola organisasi sepak bola dunia.

Empat federasi, yakni Wales, Finlandia, Swedia, dan Serbia, telah secara resmi mencabut dukungan terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino. Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) juga menyatakan akan mengikuti langkah serupa menjelang pemilihan presiden FIFA berikutnya.

Federasi Sepak Bola Wales menjadi salah satu pihak yang paling lantang menyuarakan kritik. Mereka menilai kepemimpinan Infantino telah kehilangan kepercayaan akibat lemahnya transparansi, komunikasi, dan proses pengambilan keputusan di tubuh FIFA.

Menurut pernyataan resmi federasi tersebut, persoalan yang terjadi bukan hanya berkaitan dengan rencana investasi. Mereka juga mempertanyakan arah kepemimpinan organisasi yang dinilai semakin jauh dari prinsip akuntabilitas.

Federasi Sepak Bola Swedia mengambil keputusan serupa setelah menggelar rapat luar biasa dewan pengurus. Mereka menyebut pencabutan dukungan merupakan bentuk keprihatinan terhadap tata kelola FIFA yang dianggap perlu segera dibenahi.

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Serbia mengaku sebelumnya memberikan dukungan kepada Infantino pada Mei 2026. Namun setelah mencermati perkembangan terbaru, mereka memutuskan menarik kembali dukungan karena menilai situasi telah berubah secara signifikan.

Tekanan dari berbagai federasi akhirnya membuat FIFA membatalkan rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise. Meski proposal tersebut dihentikan, gelombang kritik terhadap kepemimpinan Infantino belum juga mereda.

Sejumlah federasi menilai pembatalan proposal tidak menyelesaikan akar persoalan. Mereka menegaskan bahwa isu utama tetap menyangkut transparansi, tata kelola organisasi, dan mekanisme pengambilan keputusan di lingkungan FIFA.

Perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa tekanan terhadap Infantino mulai meluas ke luar Eropa. Beberapa negara anggota CONCACAF dikabarkan sedang mengevaluasi kembali dukungan mereka, meski hingga kini belum ada keputusan resmi yang diumumkan.

Di sisi lain, Gianni Infantino masih memperoleh dukungan kuat dari sejumlah federasi di Afrika. Para petinggi Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menilai kepemimpinannya masih layak dipertahankan dan tetap memberikan dukungan politik menjelang Kongres FIFA.

Dukungan dari negara-negara Afrika dipandang sangat penting karena CAF memiliki 54 suara dalam Kongres FIFA. Jumlah tersebut dapat menjadi faktor penentu apabila persaingan dalam pemilihan Presiden FIFA 2027 berlangsung ketat. Demikian dilansir Reuters dan The Guardians (5/8/2026).

Dengan semakin banyaknya federasi yang mempertanyakan kepemimpinan Gianni Infantino, dinamika politik di tubuh FIFA diperkirakan akan terus memanas. Pemilihan Presiden FIFA 2027 pun diprediksi menjadi salah satu kontestasi paling sengit dalam sejarah organisasi sepak bola dunia. (net/rts/tg/kim/smr)

Pos terkait