Menko AHY: Kepercayaan dan Kerja Sama Jangka Panjang Modal Penting Hubungan Indonesia dan Australia

Mentrans M Iftitah Sulaiman Suryanagara menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-15 Indonesia - Australia Defence Alumni Association (IKAHAN) yang digelar di St. Regis Jakarta, Kamis (25/6). (Foto: Humas Kementerian Transmigrasi/ Darwis E Bulan)

Hubungan Indonesia dan Australia yang dibangun di atas fondasi kepercayaan, persahabatan, dan kerja sama jangka panjang, menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan kawasan yang berkelanjutan dan inklusif.

Semarak.co – Pesan tersebut disampaikan Menko  Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menghadiri peringatan 15 Tahun Indonesia – Australia Defence Alumni Association (IKAHAN), yang turut dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman.

Bacaan Lainnya

“Keamanan dan pembangunan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Infrastruktur, kawasan permukiman, hingga pusat-pusat pertumbuhan hanya dapat berkembang apabila ditopang oleh stabilitas, kepercayaan, dan kolaborasi antarnegara,” ujar AHY, dirilis humas usai acara melalui WAGroup ForWaTrans, Sabtu (27/6/2026).

Pandangan tersebut sejalan dengan arah transformasi yang tengah dijalankan Kementerian Transmigrasi. Pembangunan kawasan transmigrasi kini tidak lagi dipandang sebagai program perpindahan penduduk semata, melainkan sebagai strategi menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa transformasi transmigrasi bertujuan membuka akses yang lebih luas terhadap kesempatan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan bagi masyarakat, baik transmigran maupun masyarakat lokal.

“Transmigrasi harus memberikan akses dan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, kita dapat mengurangi kesenjangan sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Iftitah pada Forum Guru Besar Universitas Padjadjaran di Bandung beberapa waktu lalu.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Iftitah menilai pembangunan kawasan harus bertumpu pada kolaborasi lintas sektor, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta terciptanya ekosistem ekonomi yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Senada dengan itu, AHY menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada human infrastructure—kualitas hubungan antarmanusia yang menjadi fondasi bagi perdamaian, kepercayaan, dan kemajuan bersama.

Semangat kolaborasi yang terbangun antara Indonesia dan Australia diharapkan terus menginspirasi transformasi kawasan transmigrasi sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan mampu memperkecil kesenjangan pembangunan antarwilayah di Indonesia.

Makna IKAHAN bagi Mentrans Iftitah

Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-15 Indonesia – Australia Defence Alumni Association (IKAHAN) yang digelar di St. Regis Jakarta, Kamis (25/6).

Bagi Iftitah, IKAHAN juga memiliki makna tersendiri. Sebelum menjabat Menteri Transmigrasi, ia pernah menjalani sejumlah penugasan internasional bersama Pemerintah Australia.

Pada 2010, Iftitah menjadi Instruktur Internasional pertama dari TNI di bidang Misi Pemeliharaan Perdamaian. Bersama instruktur dari Australia dan Jerman, ia melatih 35 perwira dari 11 negara di Newcastle, Australia. Dua tahun kemudian, ia kembali dipercaya mewakili TNI dalam program The Young Future Leader yang diselenggarakan Pemerintah Australia.

“Pengalaman tersebut membentuk perspektif saya mengenai pentingnya kepemimpinan, kolaborasi lintas budaya, serta pembangunan manusia sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya, dirilis humas usai acara melalui WAGroup ForWaTrans, Sabtu (27/6/2026).

Nilai-nilai itulah yang kini menjadi bagian dari arah baru transformasi transmigrasi. Kementerian Transmigrasi tidak lagi memandang transmigrasi sekadar sebagai program perpindahan penduduk, melainkan sebagai strategi pembangunan kawasan untuk mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat ketahanan sosial, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Bagi kami, pembangunan kawasan tidak cukup hanya membangun jalan, rumah, atau fasilitas dasar. Yang paling penting adalah membangun manusianya agar mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayahnya,” ujar Iftitah.

Melalui momentum HUT ke-15 IKAHAN, Menteri Transmigrasi menegaskan bahwa jejaring internasional, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi antarnegara merupakan modal penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai kawasan Indonesia.

Semangat kolaborasi yang telah terbangun antara Indonesia dan Australia diharapkan terus berkembang, tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan kawasan yang inklusif serta berkelanjutan.

Peringatan HUT ke-15 IKAHAN diawali dengan penampilan Angklung Orchestra Indonesia, dilanjutkan sambutan Dubes Australia untuk Indonesia Rod Brazier dan pidato tamu kehormatan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kemudian ditutup potong tumpeng peringatan, pertunjukan musik, dan sesi foto bersama. (hms/smr)

Pos terkait