Dalam Perang Sengit, Militer Sudan Kembali Rebut Dua Wliayah yang dikuasai RSF

Sudan menghadapi perang saudara hingga hari-hari ini. Seorang sumber militer negara mayoritas berpenduduk Islam, itu mengatakan, pasukan militer telah merebut kembali kendali atas dua wilayah Sudan.

Semarak.co – Kedua wilayah tersebut adalah Um Dam Haj Ahmed dan daerah Kazqil di Provinsi Kordofan Utara dari pasukan Rapid Support Forces (RSF). Seperti dilansir Republika.co.id dari Aljazeera pada 16/11-2025, militer terlibat dalam bentrokan sengit di sejumlah kota di wilayah Kordofan.

Daerah Um Dam Haj Ahmed yang terletak di timur laut Provinsi tersebut dan telah dikuasai RSF sejak 27 Oktober lalu. Kemudian Kazigil yang terletak di selatan kota El Obeid, ibu kota Provinsi tersebut, dan telah dikuasai RSF sejak 25 September 2025 lalu.

Puluhan ribu warga Sudan terpaksa mengungsi dari Provinsi Kordofan Utara seiring dengan meningkatnya pertempuran belakangan ini, setelah RSF  menguasai kota El Fasher, ibu kota provinsi Darfur Utara.

Seorang sumber di militer Sudan menegaskan kepada Aljazeera bahwa militer telah mengirimkan bala bantuan militer dalam jumlah besar ke pusat-pusat pertempuran di Provinsi Kordofan untuk menguasai lebih banyak kota dan desa.

Di sisi lain, RSF terus melanjutkan serangan besar-besaran mereka terhadap kota Babnusa yang terkepung di provinsi Barat Kordofan, dan telah mengumumkan penguasaan mereka atas tiga poros di kota tersebut serta pengetatan pengepungan terhadap markas Divisi Infanteri 22.

Namun, Komandan Divisi Infanteri ke-22 di Babnusa, Mayor Jenderal Muawiya Hamad Abdullah, menegaskan dalam sebuah pernyataan pada Jumat lalu bahwa kota tersebut dalam keadaan baik dan divisi tersebut tidak akan bernegosiasi, menyerah, atau mundur, melainkan akan terus berjuang hingga meraih kemenangan.

Dari 18 negara bagian di negeri mayoritas berpenduduk muslim Sudan, RSF saat ini menguasai seluruh lima negara bagian di wilayah Darfur di bagian barat negara itu, kecuali beberapa bagian utara negara bagian Darfur Utara.

Sementara itu, tentara Sudan berhasil menguasai sebagian besar wilayah negara, nyaris lebih dari 13 negara bagian lainnya di sebelah selatan, bagian utara, lalu timur, dan kemudian bagian tengah, termasuk ibu kota Khartoum.

Penderitaan kemanusiaan semakin dalam di seluruh negeri akibat perang yang berlangsung sejak bulan April 2023. Dalam kurun waktu itu, konflik bersenjata itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan mengungsikan sekitar 13 juta orang.

Dewan Hak Asasi Manusia memerintahkan para penyelidik untuk mengidentifikasi semua pihak yang terlibat dalam kekejaman yang diduga dilakukan di El Fasher untuk membantu membawa mereka ke pengadilan. (net/rci/alz/kim/smr)

Pos terkait