Dari Teheran, Menteri Luar Negeri Republik Iran Abbas Araghchi menuduh Uni Emirat Arab (UEA) menjadi mitra aktif Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam serangan terhadap Iran, yang memeruncing ketegangan kawasan Timur Tengah yang kian panas.
Semarak.co – Abbas Araghchi menyampaikan tuduhan tersebut ketika menghadiri pertemuan menteri luar negeri BRICS di New Delhi, India, pada Kamis, 14 Mei 2026 lalu. Demikian dilansir dari laporan detikNews dan kantor berita AFP selama dua hari itu.
Menurut Araghchi, UEA bukan sekadar negara yang terdampak konflik, melainkan disebut turut berpartisipasi dalam serangan serta kemungkinan melakukan tindakan langsung terhadap Iran selama perang tersebut masih berlangsung pada saat konflik.
Ia menilai hubungan keamanan Abu Dhabi dengan AS dan Israel tidak memberikan jaminan keamanan, seraya meminta UEA memertimbangkan kembali kebijakannya terhadap Teheran demi menjaga stabilitas kawasan dan menghindari ketergantungan.
Tuduhan Iran muncul setelah Israel menyatakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke UEA dan bertemu Presiden Mohamed bin Zayed Al Nahyan ketika konflik berlangsung, serta kerja sama keamanan bilateral.
Namun, otoritas UEA membantah klaim tersebut. Abu Dhabi menyatakan hubungan dengan Israel berlangsung terbuka melalui Abraham Accords, serta menolak tudingan mengenai pertemuan atau pengaturan rahasia yang disebut tidak diumumkan pemerintah.
Ketegangan Republik Iran dan UEA meningkat setelah serangan Amerika dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian memicu serangkaian serangan balasan Iran di kawasan serta memperluas dampak regionalnya.
Teheran berulang kali menuduh negara-negara Teluk menyediakan fasilitas atau wilayah bagi operasi AS. Negara-negara Teluk membantah tuduhan tersebut dan menyatakan wilayahnya tidak digunakan untuk melancarkan serangan militer langsung terhadap Iran.
Perselisihan itu turut menciptakan ketegangan dalam forum BRICS. Perbedaan pandangan mengenai perang Iran membuat negara-negara anggota menghadapi kesulitan menyusun sikap bersama terhadap konflik tersebut secara resmi dan menghasilkan pernyataan bersama.
Di tengah saling tuduh, Araghchi tetap menyerukan hubungan bertetangga secara damai. Ia mengatakan Iran dan UEA harus hidup berdampingan serta membangun keamanan melalui kerja sama bersama demi kepentingan keamanan kawasan. (net/dc/afp/kim/smr)





