Pencegahan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi, tetapi juga membutuhkan lingkungan yang sehat dan sanitasi yang layak. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan pentingnya intervensi menyeluruh.
Semarak.co – Hal itu disampaikan Isyana saat mengunjungi keluarga berisiko stunting (KRS) penerima bantuan pembangunan jamban sehat di Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat (9/10/2026).
Melalui kolaborasi dengan PT Astra International Tbk dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), dua keluarga yang masing-masing memiliki balita berusia 9 bulan dan 4 tahun menerima bantuan pembangunan jamban sehat.
Sebelum mendapatkan bantuan, kedua keluarga tersebut belum memiliki jamban sehat dan selama ini menggunakan jamban apung untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sehari-hari. Kondisi ini menjadi perhatian karena akses sanitasi yang layak merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan sehat bagi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak.
Pembangunan jamban sehat diharapkan dapat membantu keluarga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus mengurangi risiko penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis.
“Kalau kita berbicara tentang pencegahan dan intervensi stunting, itu ada dua yang utama. Kita berikan gizinya, itu namanya intervensi spesifik. Ada yang juga intervensi sensitif. Ini hal-hal pendukung-pendukungnya,” ujar Wamen Isyana.
Wamen Isyana menjelaskan, pencegahan stunting harus dilakukan melalui dua pendekatan yang saling melengkapi, yakni intervensi spesifik berupa pemenuhan gizi serta intervensi sensitif yang mencakup edukasi pola asuh, perilaku hidup bersih dan sehat, ketersediaan air bersih, serta akses terhadap sanitasi yang layak.
Menurut Wamen Isyana, kondisi kesehatan lingkungan berkaitan erat dengan risiko infeksi pada anak. Lingkungan yang kurang higienis dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami sakit berulang, yang pada akhirnya dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.
Karena itu, pembangunan jamban sehat tidak sekadar menyediakan fasilitas sanitasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting sejak dini.
“Kalau kesehatannya lebih baik, kemungkinan-kemungkinan sakit juga nanti akan berkurang karena pola hidup bersih ini sendiri akan membuat mereka lebih sehat. Kalau mereka lebih sering sakit, kemungkinan infeksi akan lebih tinggi,” jelasnya.
“Edukasi kepada keluarga perlu berjalan beriringan dengan penyediaan sarana pendukung agar masyarakat dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Isyana dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Jumat malam (9/10/2026).
Wamen Isyana menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas.
Keterlibatan PT Astra International Tbk dalam pembangunan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting menjadi salah satu contoh kontribusi sektor swasta untuk mendukung intervensi yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap semakin banyak pihak terlibat sehingga bantuan dan pendampingan dapat menjangkau keluarga yang membutuhkan secara tepat sasaran.(hms/bkkbn/sam)





