Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersinergi dengan BAZNAS RI meresmikan Gedung Aula Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pembangunan fasilitas ini menelan biaya sebesar Rp1,9 miliar.
Semarak.co – Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menegaskan, seluruh pendanaan program ini bersumber dari Nilai Manfaat hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU). DAU dikelola secara produktif dan profesional, sehingga hasilnya dapat dialokasikan untuk kepentingan umat.
“Penyaluran ini mandat undang-undang bagi BPKH untuk memastikan dana umat memberikan dampak sosial yang luas, berkelanjutan, dan transparan. Pesantren menjadi prioritas karena merupakan investasi jangka panjang mencetak generasi unggul,” ujar Fadlul, dirilis humas Baznas usai acara melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Jumat (30/1/2026).
Fadlul menambahkan, pembangunan aula ini diharapkan mengatasi kendala keterbatasan fasilitas yang dihadapi pesantren. “Dengan adanya ruang pertemuan representatif, aktivitas harian seperti belajar-mengajar, pengajian, hingga pembinaan karakter santri dapat berlangsung optimal,” imbuhnya.
Senada, Ketua BAZNAS Noor Achmad atau Kiai Noor mengapresiasi kolaborasi strategis yang terjalin. Menurutnya, sinergi ini memastikan dana umat kembali kepada umat dalam bentuk infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Pesantren memiliki peran strategis. Apa yang BAZNAS dan BPKH lakukan terhadap pengembangan infrastruktur pesantren ini sangat penting dan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Aula ini adalah investasi sosial jangka panjang bagi umat,” tegas Kiai Noor.
Selain mendukung aktivitas internal pesantren, gedung aula tersebut juga diproyeksikan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai pusat kegiatan keagamaan, menjadikannya pusat kebangkitan ilmu dan dakwah di wilayah Banyumas.
Pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin Ahmad Wajiz Zamany bersyukur atas dukungan ini. “Kehadiran gedung aula yang layak sangat membantu kelancaran kegiatan santri. Ini memberikan harapan baru untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di pesantren,” ucapnya.
Sebagai informasi, Program Kemaslahatan BPKH mencakup tujuh asasi utama: pelayanan ibadah haji, pendidikan dan dakwah, kesehatan, sarana prasarana ibadah, sosial keagamaan, ekonomi umat, serta penanggulangan bencana. (hms/smr)





