Amerika Serikat (AS) resmi menghapus negara timur tengah Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pada hari Senin, 24 Agustus 2026, mengakhiri status yang telah berlaku sejak 1979 dan membuka babak baru hubungan diplomatik kedua negara.
Semarak.co – Keputusan tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio setelah masa peninjauan Kongres selama 45 hari berakhir. Washington menyebut langkah itu sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan Suriah pascaperang.
Penghapusan status itu mengurangi sejumlah pembatasan terhadap bantuan luar negeri AS, ekspor pertahanan, serta transaksi keuangan tertentu. Perubahan itu dinilai dapat memermudah investasi dan memercepat pembiayaan rekonstruksi Suriah secara bertahap.
Pemerintah Suriah menyambut keputusan Washington sebagai langkah bersejarah. Menteri Luar Negeri Asaad al-Shibani berharap pencabutan status tersebut membantu negaranya kembali terhubung dengan sistem keuangan global serta menarik banyak investasi asing.
Selain mencabut status Suriah, negara Paman Sam juga menghapus Hayat Tahrir al-Sham atau HTS dari daftar organisasi teroris global khusus. Kelompok tersebut sebelumnya dipimpin Ahmed al-Sharaa selama perang saudara di Suriah.
Dilansir Reuters (25/8/2026), Washington mengatakan keputusan itu diberikan setelah pemerintahan al-Sharaa mengambil sejumlah langkah untuk menjauhkan Suriah dari terorisme. AS juga menilai stabilitas politik penting bagi pemulihan ekonomi serta keamanan regional jangka panjang.
Namun, pencabutan status itu tidak berarti seluruh sanksi terhadap Suriah otomatis berakhir. Sejumlah pembatasan dan mekanisme pengawasan lainnya masih berlaku, sehingga investasi internasional tetap menghadapi risiko serta persyaratan tambahan.
Langkah Amerika dipandang penting bagi proses rekonstruksi Suriah setelah bertahun-tahun perang. Jika investasi meningkat, sektor perbankan, energi, infrastruktur dan perdagangan berpotensi memperoleh dorongan besar yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Keputusan Washington juga memerlihatkan perubahan hubungan dengan pemerintahan baru Suriah setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024. Amerika kini mendorong stabilitas, integrasi ekonomi dan pemulihan Suriah secara bertahap regional. (net/rts/kim/smr)





