Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag Nasaruddin: Akhlak Fondasi Peradaban

Menag Nasaruddin Umar. Foto: dok humas

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/ 2026 M, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk menjadikan akhlak sebagai fondasi membangun peradaban.

Semarak.co – Dengan demikian, pesan Menag Nasaruddin, keadilan, kekuasaan, dan kasih sayang akan tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. Fondasi akhlak tersebut menjadi kunci transformasi yang dibawa Rasulullah SAW.

Bacaan Lainnya

“Beliau memulai dakwahnya dengan membangun akhlak manusia. Sebab, akhlak adalah fondasi dari setiap peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh,” pesan Menag Nasaruddin dirilis Biro Humas dan Komunikasi Publik melalui WAGroup Jurnalis Kemenag, Senin sore (24/8/2026).

Dilanjutkan Menag Nasaruddin, “Ilmu pengetahuan akan membawa manfaat, kekuasaan akan dijalankan dengan amanah, dan kasih sayang akan menjadi perekat kehidupan bermasyarakat. Perubahan yang lahir dari dakwah Nabi tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga mengubah wajah peradaban manusia.”

“Transformasi yang dibawa Rasulullah SAW merupakan sebuah lompatan peradaban yang berakar pada nilai-nilai tauhid, pengembangan ilmu pengetahuan, penegakan keadilan, penguatan kasih sayang, serta penghormatan terhadap martabat manusia,” demikian Menag Nasaruddin menambahkan.

Menag Nasaruddin kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW, “Innamā bu’itstu li utammima makārimal akhlāq”. Yang berarti, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”

Menurut Menag, pesan tersebut menjadi kunci untuk memahami perubahan yang dibawa Nabi Muhammad SAW mampu mengubah sejarah peradaban manusia. Rasulullah SAW memulai dakwahnya dengan membangun akhlak.

Sehingga nilai-nilai agama tidak hanya menjadi ajaran individual, tetapi juga kekuatan yang membentuk kehidupan sosial dan peradaban. 14 abad lalu, kuting Menag Nasaruddin, manusia berada dalam masa yang dikenal sebagai zaman jahiliah. Saat itu, nilai-nilai kemanusiaan mengalami kemerosotan.

Yang kuat menindas yang lemah, sementara perempuan kehilangan martabatnya. Kini, manusia telah mengalami lompatan peradaban. Ilmu pengetahuan berkembang tanpa batas dan kehidupan manusia mengalami perubahan besar.

Lalu Menag Nasaruddin mengingatkan, kemajuan tersebut merupakan anugerah yang harus disyukuri sekaligus dirawat dengan nilai-nilai kemanusiaan. Di baliknya terdapat perjuangan yang begitu agung dari seorang Rasul pilihan Allah SWT, yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.

“Dialah Baginda Nabi Muhammad SAW, yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membebaskan manusia dari belenggu kejahilan. Kami juga mengajak umat Islam untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Rasulullah yang perhatian kepada umatnya tetap hadir hingga akhir hayat.

“Keterpisahan oleh ruang dan waktu tidak pernah mengurangi cinta kita kepada Rasulullah SAW. Rasa cinta itu akan senantiasa bersemi untuk manusia yang senantiasa memikirkan, mendoakan dan memohonkan ampun bagi umatnya,” ujar Menag Nasaruddin.

Menag Nasaruddin mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Ia berharap momentum tersebut menjadi penguat bagi umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dan menghidupkan ajarannya.

“Semoga Allah SWT memberikan kita kekuatan untuk senantiasa meneladani akhlaknya, dan menghidupkan ajarannya. Dan semoga kita semua menjadi bagian dari umat yang kelak memperoleh syafaat beliau di hari kemudian,” pungkasnya. (hms/nag/smr)

Pos terkait