Kementerian Agama (Kemenag) kembali mencatat momen penting dalam perjalanan komunikasi publiknya melalui penyelenggaraan Humas Award 2025 dengan tema Satu Kemenag Berjuta Cerita Baik di Hotel Aryaduta, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam (1/12/2025).
Semarak.co – Ajang bergengsi ini tidak hanya menghadirkan atmosfer penghargaan, tapi juga menjadi ruang refleksi atas kontribusi para insan humas yang selama ini berada di balik layar membangun citra, narasi, dan kredibilitas Kemenag di mata publik.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberi apresiasi khusus kepada 12 jurnalis yang biasa meliput di lingkungan Kemenag dan media komunitas. Kemudian ada deretan penerima penghargaan dari berbagai kategori. Mulai dari tingkat kantor wilayah (Kanwil), PTKN, dan Eselon I.
Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menegaskan bahwa Humas Award bukan sekadar seremoni atau selebrasi tahunan, tetapi momentum memperkuat identitas Kemenag sebagai kementerian yang bekerja dengan empati, nilai, dan tanggung jawab moral.
Penghargaan ini juga bagian dari perjalanan membangun standar baru komunikasi publik berbasis empati dan nilai kemanusiaan. Yang mencerminkan penghormatan kepada mereka yang selama ini bekerja dalam senyap agar pesan kementerian tersampaikan secara akurat, cepat, dan relevan.
Dengan tema Satu Kemenag, Berjuta Cerita Baik, Menag Nasaruddin menekankan bahwa komunikasi bukan hanya laporan program, tetapi juga penyampai pesan kebaikan dan dampak. Setiap unit di bawah Kemenag menyimpan cerita inspiratif yang lahir dari dedikasi dan niat mulia ASN dalam melayani umat.
Menurut Menag Nasaruddin, tugas humas bukan hanya mendokumentasikan, tetapi memastikan agar kisah-kisah tersebut hadir di ruang publik dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Penghargaan yang diberikan malam itu, bukan sekadar simbol prestasi.
Melainkan penghormatan terhadap komitmen moral, kreativitas, serta ketelitian dalam menjaga kepercayaan publik. Menutup sambutan, Menag Nasaruddin memberikan apresiasi mendalam kepada para pranata humas, fotografer, videografer, penulis, dan jurnalis mitra kementerian.
Ia mengajak seluruh jajaran humas untuk terus menerangi ruang-ruang informasi dengan konten yang inspiratif, kredibel, dan sarat nilai kebaikan. “Tema ini bukan sekadar slogan. Ini identitas kita sebagai kementerian yang bekerja dengan nilai, dengan empati, dan dengan tanggung jawab moral,” ujarnya.
Dalam sesi tanya jawab dengan jurnalis usai pemberian penghargaan Menag Nasaruddin kembali menegaskan bahwa penghargaan hanyalah simbol. “Yang kita rayakan adalah integritas, kerja senyap, dan dedikasi menjaga marwah Kemenag. Mari terus menyalakan cerita-cerita baik dari seluruh penjuru Indonesia,” urainya.
Salah seorang penerima Humas Award 2025 dari jurnalis, Ismail Lutan mengaku sudah meliput di lingkungan Kemenag sejak Menag dr. Tarmzi Taher. Karena itu ia merasa sangat terharu dan tidak menyangka akan mendapat apresiasi yang begitu tinggi.
“Sangat terharu, tidak menyangka sama sekali. Tadinya saya kira adalah undangan liputan biasa, karena saya tidak membaca undangan secara detail,” ungkap Ismail Lutan seperti dilansir media online miliknya parahyangan-post.com – 02 Des 2025, 17:38:34 WIB yang dilansir melalui WAGroup Jurnalis Kemenag, Rabu (3/12/2025).
Tapi untunglah, terang Ismail Lutan, ketika ke sini dia memakai baju batik karena usai mengikuti agenda di tempat lain. “Kalau gak kan malu menerima penghargaan pakai baju kaos dan celana jeans,”ungkap Ismail yang juga Ketua Umum Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).
Menurut Ismail Lutan, Menag Nasaruddin sangat menghargai kerja jurnalistik. Memahami dunia wartawan, merasakan luka-liku, suka-duka, seorang jurnalis. “Maklum, dulu, Beliau kan pernah jadi wartawan. Jadi memahmi betul perih-pedihnya menjadi jurnalis yang bergerak di jalan lurus,” ujarnya.
Ismail Lutan sendiri punya cerita menarik dengan Menag Nasaruddin. Ketika itu, di 2005, saat menjadi Pemimpin Redaksi Tabloid At Tin Taman Mini. Menang Nasaruddin adalah penceramah tetap di masjid yang dibangun keluarga Presiden RI ke-2 Soeharto.
Suatu kali dalam ceramahnya, Menag Nasaruddin memperlihatkan kepada jamaah buku terbarunya yang akan diterbitkan (masih dalam cetak sampel). Usai ceramah Ismail Lutan menghampiri dan meminjam buku itu untuk diresensi dengan janji akan dikembalikan setelah selesai menuliskan resensinya.
“Ini baru sampel. Kembalikan, ya? Kalau mau bukunya, nanti saya kasih setelah dicetak,” ujar Menag Nasaruddin seperti ditirukan Ismail Lutan dalam sambutan sebagai penerima penghargaan.
“Siap!” jawab Ismail dengan gaya wartawan saat itu.
Namun sampai sekarang, lanjut Ismail, dia tidak pernah mengembalikan buku itu. Tetapi buku itu sering dikutipnya kalau dia menulis artikel atau tajuk di medianya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Kamaruddin Amin dalam laporan kinerjanya menyampaikan bahwa 2025 menjadi tahun pertama implementasi Asta Cita yang membawa mandat besar bagi bangsa. Di Kemenag, mandat tersebut bersentuhan langsung dengan kerja humas.
“Komunikasi publik bukan lagi pelengkap program, tetapi bagian dari implementasi program itu sendiri. Keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada seberapa jernih dipahami masyarakat,” ujar Sekjen Kemenag Kamaruddin seperti dilansir melintas.id, Selasa, 2 Desember 2025 | 17:58 WIB.
Sekjen Kemenag Kamaruddin menyampaikan bahwa tingkat eksposur publik terhadap isu-isu Kemenag sangat tinggi sepanjang 2025. Ia juga menjabarkan berbagai penghargaan nasional yang diraih Kemenag terkait keterbukaan informasi, digital governance, dan pelayanan publik.
“Jejaring humas kita terdiri dari 1.248 pranata humas aktif di seluruh Indonesia. Mereka adalah garda depan yang memastikan pesan negara tersampaikan secara cepat, akurat, dan kredibel. Komunikasi publik kini bukan lagi sekadar fungsi pendukung struktur organisasi,” imbuh Kamaruddin.
“Melainkan bagian integral dari pelaksanaan kebijakan pemerintah. Keberhasilan sebuah kebijakan, tidak hanya bergantung pada pelaksanaannya, tetapi juga sejauh mana masyarakat memahami tujuan dan manfaatnya,” tutur Kamaruddin.
Tingkat perhatian publik terhadap isu-isu terkait Kemenag meningkat signifikan sepanjang tahun 2025. Hal ini beriringan dengan capaian prestasi Kemenag di bidang keterbukaan informasi, tata kelola digital, dan pelayanan publik. Saat ini terdapat 1.248 pranata humas aktif di seluruh wilayah Indonesia yang menjadi garda informasi pemerintah dalam skala nasional, provinsi, hingga kecamatan dan desa.
Pada malam penghargaan tersebut, Kemenag mengumumkan sejumlah pemenang dalam kategori strategis, seperti Media Sosial Kanwil dan PTKN Terbaik, Website Terbaik, hingga Inovasi Komunikasi Publik di berbagai unit kerja.
Ada pula kategori apresiasi untuk jurnalis nasional dari berbagai institusi media yang turut memperkuat ekosistem literasi keagamaan dan harmonisasi keberagaman di Indonesia. Tak kalah penting, penghargaan kategori Media Komunitas diberikan kepada NU Online.
Lalu kepada TV Muhammadiyah, dan MUI Digital atas kontribusi mereka dalam memperluas informasi keagamaan berbasis dakwah digital yang kredibel dan inklusif. Kategori terakhir, yaitu Kanwil Bersertifikat Informatif menjadi bukti bahwa transparansi.
Dan keterbukaan informasi bukan lagi harapan, tetapi standar kerja yang tengah dibangun di seluruh wilayah tanah air. Setidaknya terdapat 20 Kanwil yang dinyatakan memenuhi kualifikasi tersebut dan menjadi percontohan penerapan prinsip tata kelola informasi publik.
Penyelenggaraan Humas Award 2025 menjadi cerminan bagaimana komunikasi publik di Kementerian Agama telah berkembang ke arah profesionalisme digital, sinergis, dan bertumpu pada nilai.
Dengan jejaring humas yang makin solid dari pusat hingga daerah, Kemenag kini berada pada fase penting dalam memupuk kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang transparan, humanis, dan berdampak nyata.
Acara ini bukan hanya ruang penghargaan, tetapi juga tonggak penegasan bahwa setiap pesan yang disampaikan humas adalah bagian dari pelayanan negara. Melalui apresiasi ini, Kementerian Agama meneguhkan komitmennya untuk terus menguatkan komunikasi publik dan menjadikan setiap cerita sebagai jembatan kebaikan bagi umat. (net/par/mel/smr)
Selain kepada jurnalis, Humas Award 2025 juga diberikan kepada 10 kategori lain.Berikut Daftar Lengkapnya:
A.Kategori Medsos Kanwil Terbaik
Kanwil Kemenag DKI Jakarta
Kanwil Jawa Barat
Kanwil Jawa Tengah
Kanwil Jawa Timur
Kanwil Lampung
B.Kategori Medsos PTKN Terbaik
UIN Raden Intan Lampung
UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
UIN Sunan Ampel Surabaya
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
UIN Walisongo Semarang
C.Kategori Website PTKN Terbaik
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
UIN Ar-Raniry Banda Aceh
UIN Raden Intan Lampung
UIN Raden Fatah Palembang
UIN Datokarama Palu
D.Kategori Website Kanwil Terbaik
Kanwil DKI Jakarta
Kanwil Sumatera Selatan
Kanwil Sulawesi Selatan
Kanwil Maluku
Kanwil Sumatera Utara
E.Kategori Pengelolaan Komunikasi Inovatif PTKN
UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
UIN Alauddin Makassar
IAIN Parepare
F.Kategori Pengelolaan Komunikasi Inovatif Kanwil
Kanwil Sumatera Selatan
Kanwil Jawa Barat
Kanwil Jawa Tengah
G.Kategori Pengelolaan Komunikasi Inovatif Eselon I
Ditjen Bimas Islam
Ditjen Pendidikan Islam
BMBPSDM
H.Penghargaan Pengelolaan Kehumasan Eselon I
BMBPSDM: Publikasi Pembelajaran dan Layanan Digital
Ditjen Pendis: Publikasi Kemenag Go Global & Kesejahteraan Pendidik
Ditjen Bimas Islam: Publikasi Pemberdayaan Ekonomi Umat & Rumah Ibadah
Ditjen Bimas Kristen: Publikasi Persaudaraan Lintas Iman
Ditjen Bimas Katolik: Publikasi Penegerian Sekolah & Pemberdayaan Ekonomi
Ditjen Bimas Hindu: Publikasi Transformasi Pendidikan & Sistem Layanan Terpadu
Ditjen Bimas Buddha: Kampanye Gen Z Cinta Kitab Suci
Inspektorat Jenderal: Publikasi Pengawasan Berbasis Online
Sekretaris Jenderal: Publikasi Pendirian Setiakin
Penghargaan Jurnalis
Kategori Penguatan Literasi Pendidikan Agama dan Keagamaan serta Kehidupan Beragama
- Andika Wahyu – Jurnalis Antara Foto
- Haris Fadhil – Jurnalis Detik.com
- Rini Haerani – Jurnalis RRI
- Gigih Irvan Wahyudi – Jurnalis MNC TV
- Melvia Meifitri – Jurnalis Kompas TV
- Nana Maulana – Jurnalis Rakyat Merdeka
- Ismail Luthan – Jurnalis Parahyanganpost.com
- Ahmad Fahmi – Jurnalis Times Indonesia
- Fatimah Maria Bona – Jurnalis Beritasatu
- Nasuha – Jurnalis Indopos.co
- Rini Suryati – Jurnalis Kedaulatan Rakyat
- Yosef Iskandar Agung – Jurnalis TVRI
- Penghargaan Media Komunitas
NU Online
TV Muhammadiyah
MUI Digital
- Kanwil Berkualifikasi Informatif (KIP)
- Kanwil Kepri
- Kanwil Sumatera Selatan
- Kanwil Sulawesi Tenggara
- Kanwil Bali
- Kanwil Gorontalo
- Kanwil Kalimantan Selatan
- Kanwil DI Yogyakarta
- Kanwil DKI Jakarta
- Kanwil Jawa Timur
- Kanwil Bangka Belitung
- Kanwil Banten
- Kanwil Aceh
- Kanwil NTT
- Kanwil Maluku Utara
- Kanwil Lampung
- Kanwil Jawa Barat
- Kanwil Sulawesi Selatan
- Kanwil Sumatera Barat
- Kanwil Kalimantan Timur
- Kanwil Jawa Tengah





