Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menghadiri Akselerasi Asta Cita Presiden dalam rangka kewujudkan kabupaten Bersih Narkoba (Bersinar) Menuju Indonesia Emas di GOR Bukit Tunjuk, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.
Semarak.co – Mendes Yandri menegaskan komitmennya perang terhadap narkoba yang disebutnya telah mulai memasuki desa-desa. Salah satunya dengan Desa Bersih dari Narkoba (Bersinar) yang berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Narkoba ini telah menyusup hingga ke dusun-dusun dan ini lampu kuning buat kita karena narkoba menyelinap tanpa kita sadari,” kata Mendes Yandri, dirilis humas Kemendesa PDT usai acara melalui WAGroup Media Kemendesa 2025,Jumat (23/1/2026).
Mendes mengajak seluruh kalangan untuk bersatu melawan narkoba dan menjadikan sebagai musuh bersama untuk diberantas, termasuk dengan judi online. Kemendes PDT bakal menggiatkan kegiatan positif ke desa agar generasi muda dan warga desa selalu bergerak melakukan hal positif.
Lewat 12 Porgram Priotas, Kemendes mengajak warga desa untuk berpartisipasi di dalamnya. Saat ini, kata Mendes Yandri, Kemendes telah menggiatkan desa-desa tematik yaitu Desa Ikan Nila, Desa Ayam petelur hingga Desa Daging yang nantinya diharapkan bakal menjadi pemasok bagi program Makan Bergizi Gratis.
Program Desa Tematik ini juga, bukan hanya melahirkan kegiatan positif tapi juga bakal memberikan efek circular economy yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Selain itu ada Desa Ekspor dan Desa Wisata, Itu cara kita menjawab beberapa persoalan di negeri ini dengan hal-hal yang positif,” katanya.
Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto berharap generasi muda yang rentang usia 16 – 35 Tahun harus miliki ketahanan yang kuat untuk menghindari narkotika. “Anak muda harus miliki Ilmu Agama yang kuat dan literasi yang kuat tentang Narkotika,” kata Komjen Suyudi.
Komjen Suyudi mengingatkan jika saat ini narkotika telah berwujud bukan hanya ganja, sabu-sabu, kokain dan ekstasi. Narkotika juga dikemas ke liquid vape dan minuman sachet. Komjen Suyudi juga ucapkan terima kasih kepada kepala desa yang telah menyiapkan Relawan Anti Narkoba.
Mendes Yandri Siap Kolaborasi dengan DPD Sukseskan Green Villages
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susansto bersama Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menemui Ketua DPD Sultan Baktiar Najamudin Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Pertemuan ini membahas soal tindak lanjut Lomba Green Villages Tingkat Nasional yang diungkapkan Ketua DPD saat menghadiri Hari Desa Nasional 2026.
Ketua DPD Sultan Baktiar mengatakan, lembaga yang dipimpinnya mengusung Green Democracy. Tema ini kemudian diimplementasikan ke Green Parliament yaitu DPD menjadi lembaga yang lebih inklusif dan kolaboratif.
Melihat momentum, Ketua DPD kemudian mengusulkan untuk diadakan Green Villages yang sesuai dengan nomenklatur DPD dengan menghadirkan desa-desa yang menjaga ekologi dan ekosistem, termasuk isu lingkungan seperti Perubahan Iklim. “Kami kolaborasi dengan Kemendes karena leading sector terkait desa,” kata Ketua DPD.
Mendes Yandri menyambut baik ide Green Villages yang digagas oleh Ketua DPD. “Kolaborasi ini sangat menguntungkan desa-desa dan menjawab sejumlah tantangan,” kata Mendes Yandri.
Kemendes PDT bakal segera menindaklanjuti dengan salah satunya menyurati para kepala desa. Kemendes juga bakal segera detailkan dengan membuat petunjuk teknis agar bisa diaplikasikan di lapangan.
Kemendes juga punya program senada yaitu Desa Tematik, Desa Wisata dan Desa Ekspor. “Program ini bungkus besarnya adalah Green Villages,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Mendes Yandri juga sempat ungkapkan isu yang lain yaitu Desa dalam Kawasan Hutan sebagai tindaklanjut rapat perdana dengan Pansus Reforma Agraria yang dibentuk DPR. “Ada ribuan desa dalam kawasan hutan dan bahkan ada yang 100 persen berada dalam kawasan hutan,” katanya.
Hal ini menimbulkan masalah yang banyak, maka perlu ditemukan solusi konkret dengan memohon dukungan DPD. “Hingga nanti desa dalam kawasan hutan ini bisa membangun, tidak kriminalisasi dan sebagainya. Negara harus hadir agar warga di desa bisa tenang,” ujarnya. (hms/smr)





