Kemendikdasmen Nilai Jejaring Lintas Kementerian dan Lembaga Perkuat Implementasi Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti (tengah atau kelima dari kiri dan kanan) bersama Menko PMK Pratikno (keempat dari kiri dan Menteri PPPA Arifah) dalam peluncuran Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan. Foto: humas Kemendikdasmen

Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan harus menjadi wahana sinergi dan jejaring kerja lintas kementerian dan lembaga (K/L). Pendidikan perempuan tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kualitas keluarga, ketahanan sosial, dan pembangunan ekonomi.

Semarak.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meyakini bahwa pendidikan adalah kerja bersama yang memerlukan partisipasi semesta dari pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, media, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi perempuan, dan komunitas.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan bulan pemberdayaan ini harus menjadi sarana membangun jejaring kerja yang lebih kuat antara Kemendikdasmen, Kemenko PMK, Kementerian PPPA, Perpustakaan Nasional, serta para mitra strategis lainnya,” ujar Mendikdasmen Mu`ti di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

“Sinergi tersebut penting agar isu pendidikan, perlindungan perempuan, perlindungan anak, literasi, karakter, dan pembangunan manusia bergerak dalam satu arah kebijakan yang saling menyambung dan saling menguatkan,” imbuh Mendikdasmen Mu’ti dalam sambutan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Kemendikdasmen berkolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalui sektor pendidikan.

Kolaborasi dan sinergi menjadi arah kebijakan Presiden kepada para Menteri dalam pelaksanaan tugasnya. “Tidak ada kementerian maupun lembaga yang bisa suskes dan jalan sendiri. Semuanya harus berkolaborasi, bersinergi dan bekerja sama,” ujarnya Pratikno mengutip arahan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu.

Menko PMK Pratikno menyampaikan, “Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan. Ini adalah sinergi lintas kementerian/lembaga (K/L) yang luar biasa.”

“Terima kasih atas kolaborasi bersama ini dan mari kita kerjakan ini secara serius,” pungkas Menko PMK Pratikno dirilis humas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Kamis (2/4/2026).

Kesempatan sama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA) Arifah menilai, pencanangan ini adalah titik kolaborasi dan gerakan bersama yang terukur dan terarah dalam mewujudkan kesetaraan gender yang inklusif dan berkeadilan.

Pendidikan dan perlindungan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. “Lingkungan pendidikan yang berkualitas harus menjadi lingkungan yang aman bagi anak. Prinsipnya jelas tidak boleh ada satupun anak yang tertinggal dan tidak aman di lingkungan sekolah,” ujar Menteri PPPA Arifah.

Ditambahkan Menteri PPP Arifah, keberhasilan pemberdayaan perempuan dan anak melalui pendidikan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Melainkan perlu kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan.

“Kami di Kementerian PPPA berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, mendorong implementasi pengarusutamaan gender hingga ke tingkat daerah serta memastikan pemberdayaan perempuan dan anak sebagai prioritas dalam pembangunan nasional,” katanya.

“Saya harap pencanangan ini menjadi awal dari gerakan besar yang bekelanjutan dan tidak berhenti di seremoni tapi diwujudkan dalam aksi nyata kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Sebab, tidak ada pembangunan yang berkualitas tanpa kesetaraan gender,” demikian Menteri PPPA Arifah lagi.

Pencanangan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan sebagai gerakan kolaboratif sepanjang April 2026 yang memadukan dialog kebijakan, kampanye edukatif, penguatan literasi, diseminasi praktik baik, aktivasi edukatif, bedah buku, serta kegiatan pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam laporan di acara yang sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengungkapkan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun jejaring kerja lintas kementerian dan lembaga.

“Kemendikdasmen bersama kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, media, perguruan tinggi, dunia usaha, serta organisasi perempuan didorong untuk bergerak dalam satu arah kebijakan yang saling terhubung dan saling menguatkan,” ucap Hafidz.

Adapun rangkaian kegiatan Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan akan diisi dengan berbagai program. Antara lain lomba menulis cerpen Bahasa Berdaya, lomba video kreatif mendongeng bagi guru, penyusunan antologi cerpen berbahasa daerah, sayembara Cerita Anak Indonesia tentang Ibu Kartini, serta siniar Hari Kartini.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan tumbuh ruang-ruang edukatif yang mendukung anak perempuan untuk belajar, berprestasi, dan memimpin, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan partisipasi publik dalam memaknai Hari Kartini secara substantif,” ujar Hafidz dipenutup rilis. (hms/smr)

Pos terkait