BAZNAS Salurkan 4.050 Porsi Hidangan Berkah Ramadan bagi Penyintas Bencana di Aceh dan Sumatra Utara

BAZNAS melalui program Hidangan Berkah Ramadan” telah menyalurkan 4.050 porsi pangan siap saji bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatra Utara hingga Rabu (11/3/2026).

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program Hidangan Berkah Ramadan” telah menyalurkan 4.050 porsi pangan siap saji bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.

Semarak.co – Sekretaris Utama BAZNAS Subhan Cholid menyampaikan, distribusi bantuan pangan siap saji ini difokuskan pada titik-titik krusial yang mengalami dampak bencana cukup berat serta wilayah hunian tetap (huntap).

Bacaan Lainnya

“Di momen Ramadan kami ingin memastikan saudara kita di lokasi bencana tidak merasa sendirian. Melalui Hidangan Berkah Ramadan ini, BAZNAS berupaya menghadirkan kehangatan dan gizi  bagi mereka untuk berbuka maupun sahur,” ujar Subhan, dirilis humas melalui WAGroup Baznas Media Center (BMC), Rabu (11/3/2026).

Subhan menjelaskan, penyaluran di Aceh mencakup tiga wilayah terdampak, yakni Pidie Jaya, Aceh Timur, dan Aceh Utara. Sementara itu, di wilayah Sumatra Utara, BAZNAS memusatkan penyaluran di Huntap (Hunian Tetap) BAZNAS yang berlokasi di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan.

“Total hingga hari ini sudah mencapai 4.050 porsi tersalurkan di dua provinsi tersebut. Penyaluran di Huntap Aek Latong menjadi prioritas kami karena wilayah tersebut menampung banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, sehingga ketersediaan pangan siap saji menjadi sangat krusial,” tambah Subhan.

Subhan menegaskan, BAZNAS terus memantau perkembangan di berbagai wilayah bencana dan berkomitmen memperluas jangkauan distribusi Hidangan Berkah Ramadan. Ia mengajak para muzaki terus mendukung program ini agar lebih banyak penyintas bencana merasakan manfaatnya.

“Zakat Menguatkan Indonesia bukan hanya slogan semata. Setiap zakat dan sedekah yang dititipkan melalui BAZNAS mampu memberikan harapan bagi para penyintas bencana untuk tetap tangguh menjalankan ibadah di bulan mulia ini,” jelasnya.

Bantu 1.500 Penyintas Banjir Sumatra, BAZNAS RI Hadirkan Program Kita Jaga Usaha Tahap I

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan Program Kita Jaga Usaha (KJU) Tahap I sebagai upaya pemulihan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana di Sumatra, di Aula Wali Kota Sibolga, Sumatra Utara, Rabu (11/3/2026).

Pada tahap pertama ini, BAZNAS menyalurkan dana sebesar Rp1,5 miliar yang dialokasikan bagi 1.500 mustahik di 12 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Setiap penerima mendapatkan Rp1 juta yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.

Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat menegaskan, program ini merupakan bentuk kehadiran zakat, infak, dan sedekah dalam menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.

“Program Kita Jaga Usaha ini dirancang khusus untuk menjadi bantuan ekonomi bagi pelaku UMKM yang usahanya terpuruk akibat bencana agar mereka bisa segera bangkit kembali. Kami ingin memastikan modal usaha yang diberikan menjadi stimulan bagi kemandirian ekonomi para mustahik,” jelas Imdadun.

Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil dari kolaborasi kemanusiaan yang kuat antara BAZNAS dan para mitra. Sebanyak 51 mitra disebutnya turut berkontribusi dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

“Terdapat 51 mitra yang berkontribusi dalam tahap pertama ini. Dukungan mereka sangat krusial. Kami berharap sinergi ini terus kuat agar target menjangkau 5.000 mustahik di seluruh wilayah Sumatra dengan total anggaran Rp5 miliar dapat segera tercapai,” ujarnya.

Menurut Imdadun, penerima manfaat dalam program ini dipilih berdasarkan kriteria ketat, yakni pelaku usaha mikro dengan omzet di bawah Rp500.000 per hari atau pendapatan bulanan di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Selain memberikan bantuan modal, BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS daerah setempat untuk melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap perkembangan usaha para mustahik. Langkah ini diambil agar bantuan yang diberikan tidak habis untuk kebutuhan konsumtif, melainkan jadi modal kerja produktif.

“BAZNAS berharap angka kemiskinan di wilayah pascabencana dapat ditekan melalui penguatan sektor akar rumput. Dengan modal yang terjaga, para pelaku usaha mikro diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga naik kelas menjadi muzaki di masa depan,” tutur Imdadun. (hms/smr)

Pos terkait