Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris melalui Program PKGSD-MBI

Kemendikdasmen menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI), untuk persiapkan pelaksanaan Bahasa Inggris jadi mata pelajaran wajib SD mulai tahun ajaran 2027/2028.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI), untuk persiapkan pelaksanaan Bahasa Inggris jadi mata pelajaran wajib SD mulai tahun ajaran 2027/2028.

Semarak.co – Direktur Guru Pendidikan Dasar Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Kependidikan Guru (GTKPG) Rachmadi Widdiharto menyampaikan, program ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi para guru untuk terus mengembangkan kompetensinya.

Bacaan Lainnya

“Kami memahami mengajar Bahasa Inggris sebagai tantangan baru. Namun saya ingin mengajak Bapak/Ibu melihatnya bukan sebagai beban tambahan, melainkan kesempatan untuk berkembang bersama murid” ujar Rachmadi, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Rabu (11/3/2026).

Rachmadi menegaskan bahwa guru pada hakikatnya adalah pembelajar sepanjang hayat. Ketika guru terus belajar dan meningkatkan kapasitasnya, maka ruang kelas akan menjadi ruang belajar yang hidup bagi para murid.

Ia menambahkan, penguatan pembelajaran Bahasa Inggris di SD merupakan upaya membekali murid dengan kemampuan dasar yang relevan dengan perkembangan zaman. Rachmadi mendorong para peserta pelatihan berbagi praktik baik kepada rekan sejawat agar manfaat pelatihan dapat dirasakan secara lebih luas.

Rachmadi juga menyampaikan bahwa program PKGSD-MBI difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam dua aspek utama, yaitu peningkatan kemahiran berbahasa serta penguasaan pedagogi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SD.

Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan sederhana agar para guru dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman tanpa merasa terbebani. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik pembelajaran di kelas.

Sebagai bagian dari upaya pemerataan akses peningkatan kompetensi guru, Kemendikdasmen juga memberikan kesempatan bagi guru SD yang belum mengikuti pelatihan untuk tetap dapat belajar secara mandiri.

Para guru dapat mengakses materi pelatihan melalui Learning Management System (LMS) serta mempelajari modul melalui fitur Pembelajaran Mandiri pada platform Rumah Pendidikan.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung proses penjaringan dan fasilitasi peserta pelatihan.

Perwakilan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Papua, Eka Setianingsuci, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan serta sekolah-sekolah di wilayah Papua dalam proses penjaringan peserta pelatihan.

“Kami mulai menjaring peserta melalui koordinasi dengan dinas pendidikan di kabupaten/kota serta berkomunikasi dengan sekolah-sekolah. Antusiasme guru di Papua cukup tinggi karena mereka melihat pelatihan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi mengajar Bahasa Inggris di Sekolah Dasar,” ungkapnya.

Antusiasme juga datang dari para peserta pelatihan. Salah satu peserta dari Gorontalo, Salma Abu Bakar Supu, mengaku sangat senang dapat mengikuti program peningkatan kapasitas ini.

“Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Materinya disampaikan dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan, sehingga membuat kami lebih percaya diri untuk mengajarkan Bahasa Inggris yang lebih mudah dan menarik kepada murid-murid di kelas,” ujarnya.

Program PKGSD-MBI dirancang untuk membantu guru SD meningkatkan kemampuan mengajar Bahasa Inggris, melalui pendekatan yang praktis dan aplikatif. Hal ini diharapkan dapat mendukung penguatan kemampuan dasar berbahasa bagi murid sejak dini.

Kemendikdasmen berharap semakin banyak guru SD yang memiliki kompetensi dan kepercayaan diri dalam mengajarkan Bahasa Inggris. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Inggris di SD dapat berlangsung lebih menarik, komunikatif, dan mampu mendukung penguatan kemampuan dasar murid. (hms/smr)

Pos terkait