Kunker ke Sumbar, Menteri PU Dody Cek Kondisi Ruas Lembah Anai dan IJD Payakumbuh–Sitangkai

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kunjungan kerja ke Sumatra Barat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meninjau penanganan ruas Lembah Anai, Sumatera Barat, Rabu (28/1).

Semarak.co – Lembah Anai merupakan salah satu jalur strategis penghubung Padang–Bukittinggi yang terdampak bencana beberapa waktu lalu. Penanganan dilakukan untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga sekaligus meningkatkan ketahanan infrastruktur.

Bacaan Lainnya

“Lembah Anai telah kembali fungsional sejak 16 Desember 2025. Saat ini, ruas tersebut dioperasikan secara terbatas dengan pengaturan waktu tertentu, seiring dengan berlangsungnya pekerjaan penanganan dan pengamanan lereng di sepanjang trase jalan,” ujar Menteri Dody, dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis PU 608, Rabu (28/1/2026).

Dia menyatakan, Saat ini, fokusnya adalah memastikan ruas Lembah Anai dapat berfungsi  optimal, terutama menjelang arus mudik Lebaran. Dody juga telah menginstruksikan agar ruas ini dapat permanenkan.

“Untuk konstruksi sudah mulai, bukit juga sedang ditangani. Saya minta ruas fungsional ini, pada H-7 Lebaran bisa beroperasi 24 jam. Tidak seperti, saat ini yang hanya beroperasi mulai jam 5 sore hingga jam 8 pagi. Nanti saat H-7 Lebaran, semua alat berat harus keluar supaya bisa berfungsi 24 jam,” ujarnya Dody.

Penanganan permanen Lembah Anai ditargetkan selesai Juli 2026. Kementerian PU juga tengah menyiapkan pengembangan infrastruktur jangka panjang berupa alternatif jalan tol berupa terowongan yang akan melintasi kawasan bukit di Lembah Anai.

Menteri PU menegaskan, kebutuhan pembangunan jalan tol tersebut sangat mendesak mengingat Lembah Anai merupakan salah satu ruas terpadat sekaligus paling rawan bencana di Sumatera Barat.

“Lembah Anai ini padat dan sering tertimpa musibah. Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita harus menyiapkan tambahan jalan. Agar ke depan manakala jalan ini bermasalah karena apapun itu, masih ada ruas alternatifnya,” katanya.

“Rencana pembangunan terowongan ini sebenarnya sudah lama, sejak 2017, dan sudah pernah dikaji oleh JICA. Dan dari kajian tersebut, bukit ini dinyatakan kuat untuk menahan traffic lalu lintas,” sambung Menteri Dody.

Kementerian PU juga akan melakukan penanganan menyeluruh terhadap tebing-tebing rawan longsor di sepanjang trase. Penguatan lereng, pembangunan struktur pelindung, dan penanganan titik-titik kritis dilakukan agar jalan yang dibangun dapat bertahan dalam jangka panjang.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menambahkan, ruas Lembah Anai dan Malalak merupakan urat nadi perekonomian Sumatera Barat. Sehingga, penting untuk memastikan konektivitas masyarakat berjalan dengan lancar.

Menurutnya, pembangunan jalan tol melalui terowongan yang melintasi bukit Lembah Anai juga merupakan solusi strategis dalam menghadapi masalah konektivitas di masa mendatang.

“Lembah Anai ini hampir setiap tahun terkena bencana. Karena itu kami mendorong pembangunan jalan tol sebagai alternatif dari Sicincin menuju Bukittinggi, yang akan melewati tunnel di dalam bukit ini. Insyaallah akhir 2026 pembangunannya akan dimulai,” kata Andre Rosiade.

Menteri Dody Tinjau IJD Payakumbuh–Sitangkai

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo juga meninjau ruas Inpres Jalan Daerah (IJD) Payakumbuh–Sitangkai di Sumatera Barat sebagai bagian dari percepatan peningkatan konektivitas wilayah.

Program IJD diatur dalam Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Kebijakan ini dicanangkan presiden untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas jalan daerah yang strategis, namun terkendala anggaran.

“IJD ini memang salah satu instruksi Pak Presiden Prabowo. Hampir 6 kilometer kita bangun dengan beton. sisanya dibangun dengan aspal karena disini banyak galian C, kalau semuanya dibangun dengan aspal dikhawatirkan tidak bertahan lama dan terjadi lubang,” ujar Menteri Dody.

Dia menerangkan, Kementerian PU telah melakukan penanganan sepanjang 2,9 kilometer untuk ruas IJD Payakumbuh – Sitangkai. Sementar sisa penanganan akan dilanjutkan secara bertahap pada 2026.

“Sekitar 2,9 kilometer sudah jadi. Sisanya akan kita mulai di tahun 2026. Untuk ruas lanjutan sampai Batusangkar sekitar 25 kilometer, Insyaallah bisa kita mulai lagi setelah ini, mungkin pertengahan tahun,” tambah Menteri Dody.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi   menyatakan kesiapannya mendukung kebijakan dan program Kementerian PU. Termasuk mengendalikan penggunaan jalan ini sesuai dengan izin yang diberikan untuk truk-truk pengangkut material.

Pada kunjungan kerja ini, Menteri PU juga meninjau usulan penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasar Koto Baru dan Pasar Payakumbuh sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur ekonomi masyarakat pascabencana. Terkait hal tersebut, Menteri Dody menegaskan komitmen pemerintah membantu masyarakat bangkit lebih baik.

“Kita lihat dulu kesiapannya, karena rekomendasi dan basic design sudah ada. Selanjutnya kita kerjakan grand design dan dapat dilanjutkan koordinasi dengan tim Kementerian PU di Sumatera Barat. Setelah DED selesai, baru akan keluar perhitungan anggarannya,” pungkas Menteri Dody. (hms/smr)

Pos terkait