Menko PMK Pratikno Sebut Percepatan Revitalisasi Pendidikan Vokasi untuk Tingkatkan Daya Saing

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya percepatan revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Semarak.co – Ia menuturkan, revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja dalam negeri, tetapi juga untuk menangkap peluang penempatan sumber daya manusia di luar negeri, khususnya di negara-negara maju yang menghadapi aging society.

Bacaan Lainnya

“Bapak Presiden memerintahkan agar revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi ini dipercepat. Ini bukan hanya untuk kebutuhan pasar kerja dalam negeri, tetapi juga peluang sumber daya manusia di luar negeri yang makin besar,” ujar Pratikno, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media PMK, Jumat (14/11/2025).

Menko PMK menekankan dua agenda besar yang berjalan paralel dan saling menguatkan dalam percepatan revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi. Agenda pertama adalah penyempurnaan kelembagaan dan penguatan kesesuaian supply–demand tenaga kerja.

Pratikno menjelaskan bahwa Tim Koordinasi Nasional Vokasi (TKNV) berdasarkan Perpres Nomor 68 Tahun 2022 telah melahirkan sejumlah inisiatif, termasuk telah terbentuknya Tim Koordinasi Daerah Vokasi di 29 provinsi. Kemudian dengan adanya perubahan nomenklatur kabinet, diperlukan perapihan kelembagaan agar koordinasi berjalan lebih cepat dan efektif.

“Kita akan revitalisasi kelembagaan, mulai dari yang paling sederhana yang penting bisa bekerja. Sambil menunggu Perpres baru nanti, kita tetap optimal bekerja,” tegasnya

Agenda kedua adalah penguatan matching supply–demand untuk memastikan kecocokan antara lulusan vokasi dengan kebutuhan industri. Menko PMK menyebutkan bahwa berbagai kementerian/lembaga telah memiliki banyak program, namun masih berjalan sendiri-sendiri dan belum terintegrasi optimal.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya pembangunan Smart Integrated Dashboard yang mampu menyatukan data kementerian/lembaga secara real-time, mempercepat job matching, serta memudahkan penyelarasan kurikulum dan standar kompetensi sesuai kebutuhan industri.

“Kita perlu Smart Integrated Dashboard yang bisa memadukan semua data dari kementerian/lembaga. Dengan begitu, supply dan demand sumber daya manusia bisa bertemu dengan cepat dan akurat,” kata Pratikno.

Menko PMK meminta seluruh kementerian/lembaga segera menugaskan PIC dan melakukan data sharing agar integrasi sistem dapat berjalan paralel dengan penataan kelembagaan. Ia menegaskan, langkah jangka pendek yang langsung berdampak bisa segera dijalankan, termasuk peningkatan kemampuan bahasa, sertifikasi, hingga penyesuaian kurikulum.

“Sambil menata kelembagaan dan membangun platform integrasi, kita mulai identifikasi program jangka pendek yang bisa dieksekusi segera. Misalnya peningkatan kemampuan bahasa, sertifikasi, dan penyesuaian kurikulum agar sesuai pasar kerja,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Menko PMK menyampaikan bahwa revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas SDM nasional, yang membutuhkan dukungan penuh seluruh kementerian/lembaga, dunia usaha, serta lembaga sertifikasi. (hms/smr)

Pos terkait