Krisis Pangan Gaza: 1,4 Juta Warga Palestina Masih Terancam Kelaparan

Krisis pangan masih membayangi Jalur Gaza, Palestina, dengan sekitar 1,4 juta penduduk menghadapi kerawanan pangan akut meskipun bantuan kemanusiaan menunjukkan perbaikan kondisi kehidupan warga setempat.

Semarak.co – Badan Pangan Dunia (WFP), FAO dan UNICEF menyampaikan pada tanggal 23 Juli 2026 bahwa sekitar 67% penduduk Gaza masih menghadapi kerawanan pangan akut, kendati pun bantuan internasional telah meningkat.

Bacaan Lainnya

Situasi itu menunjukkan, perbaikan akses bantuan belum sepenuhnya memulihkan ketahanan pangan masyarakat. Banyak keluarga masih kesulitan memenuhi kebutuhan makanan bergizi, air bersih dan kebutuhan dasar lainnya.

Menurut analisis terbaru Integrated Food Security Phase Classification (IPC), sekitar 212.000 orang masih berada dalam kondisi darurat pangan. Kelompok ini menghadapi kesulitan memperoleh makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Kondisi warga semakin rentan karena kerusakan ekonomi, terbatasnya mata pencaharian serta terganggunya layanan penting. Banyak keluarga bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di tengah situasi yang belum stabil.

Organisasi kemanusiaan, dilansir IPC, WFP, FAO dan UNICEF (13/10/2026), memeringatkan, kemajuan yang telah dicapai dapat berbalik apabila bantuan pangan berkurang. Karena itu, pasokan makanan, dukungan gizi dan akses distribusi perlu dipertahankan secara berkelanjutan.

Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Program pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, dan penanganan malnutrisi diperlukan agar dampak krisis pangan terhadap pertumbuhan serta kesehatan mereka tidak semakin memburuk.

Meski terdapat perbaikan dibandingkan akhir 2025, kondisi pangan Gaza masih rapuh. Pemulihan membutuhkan bantuan berkelanjutan, pembukaan akses pasokan yang memadai, serta pemulihan kegiatan ekonomi dan layanan dasar masyarakat. (net/ipc/wfp/fao/unicef/kim/smr)

Pos terkait