Dua buku karya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti resmi diterima sebagai koleksi Bodleian Libraries, perpustakaan pusat University of Oxford, Inggris, pada Rabu (7/10). Kedua karya tersebut adalah Kristen Muhammadiyah: Mengelola Pluralitas Agama dalam Pendidikan dan Pluralisme Positif: Gagasan dan Pengalaman Muhammadiyah dalam Pendidikan.
Semarak.co- Penerimaan ini melanjutkan langkah pada September lalu, ketika kedua buku yang sama diterima sebagai koleksi perpustakaan Oxford Centre for Islamic Studies (OCIS) pada Selasa (22/9). Berdasarkan penelusuran katalog SOLO, keduanya menjadi karya menteri pendidikan Indonesia pertama yang masuk dalam koleksi perpustakaan OCIS.
Kini karya Mendikdasmen hadir di dua perpustakaan di lingkungan University of Oxford. Kedua karya tersebut diserahkan oleh Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Britania Raya & Irlandia, Ince Dian Aprilyani Azir, dan diterima oleh Emma Mathieson, Pustakawan Spesialis Asia Selatan Bodleian Libraries yang juga membidangi Indonesia.
Emma menyampaikan terima kasih dan rasa bangga dapat menerima buku berbahasa Indonesia karya Mendikdasmen. Menurutnya, koleksi berbahasa Indonesia di Bodleian Libraries saat ini masih sangat sedikit.
Buku Kristen Muhammadiyah, yang ditulis bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, merupakan hasil penelitian tentang siswa dan mahasiswa Kristen dan Katolik yang menempuh pendidikan di satuan pendidikan dan perguruan tinggi Muhammadiyah, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar serta wilayah dengan penduduk Muslim minoritas.
Kajian tersebut menunjukkan bahwa kemajemukan dapat dikelola tanpa mencampuradukkan keyakinan. Peserta didik Kristen dan Katolik tetap memperoleh pendidikan agama sesuai keyakinannya, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Adapun Pluralisme Positif, yang ditulis bersama Azaki Khoirudin, mengangkat gagasan dan pengalaman dalam membangun kehidupan keberagamaan yang inklusif melalui jalur pendidikan.
Buku ini memperkenalkan konsep pluralisme positif, yaitu sikap beragama yang kokoh pada akidah, namun terbuka dalam interaksi, menghargai dan menerima keragaman, serta berkomitmen pada kemanusiaan.
Pluralisme dalam pengertian ini tidak mencairkan keyakinan, tetapi justru menguatkan peran setiap pemeluk agama untuk membangun masyarakat yang toleran, damai, dan maju.
Buku tersebut juga menempatkan sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi sebagai ruang nyata tumbuhnya toleransi, tempat anak bangsa dididik tanpa memandang suku dan agama. Melalui buku ini, penulis ingin dunia turut membaca Islam dari pengalaman Indonesia.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyambut baik penerimaan tersebut. “Saya menyampaikan terima kasih kepada PCIM Britania Raya & Irlandia dan perpustakaan pusat University of Oxford yang telah membantu sehingga dua buku saya, Kristen Muhammadiyah (bersama Fajar Riza Ul Haq) dan Pluralisme Positif (bersama Azaki Khoirudin), dapat menjadi koleksi di perpustakaan pusat University of Oxford,” ujarnya.
“Semoga bermanfaat untuk membantu memberikan informasi dan menjadi bahan kajian tentang Islam di Indonesia, khususnya tentang Muhammadiyah,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat malam (9/10/2026).
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq turut menyampaikan apresiasi. “Buku Kristen Muhammadiyah karya Abdul Mu’ti dan Fajar Riza Ul Haq merupakan potret relasi minoritas komunitas kristen dan mayoritas muslim di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia,” ujar Wamen.
Dikatakan Wamendikdasmen, Institusi pendidikan Muhammadiyah telah memainkan peran kunci dalam membentuk budaya toleran dan damai di tengah masyarakat majemuk. “Kami mengapresiasi PCIM Britania Raya & Irlandia yang memfasilitasi penyerahan buku ini sehingga menjadi bagian dari koleksi perpustakaan pusat University of Oxford,” tambahnya.
“Buku ini juga telah menjadi koleksi Oxford Centre for Islamic Studies. Semoga memperkaya studi relasi Islam dan Kristen dalam perspektif pengalaman masyarakat Muslim. Keberadaan PCIM Britania Raya & Irlandia telah menjadi jembatan budaya dan jendela pertukaran intelektual Indonesia dan Inggris. Terima kasih kepada para pengurus PCIM,” katanya.
Bodleian Libraries merupakan layanan perpustakaan University of Oxford yang menaungi Bodleian Library sebagai perpustakaan utama universitas beserta 21 perpustakaan lain di Oxford.
Bodleian Library dibuka pada 1602 dan telah menjadi perpustakaan serah simpan karya cetak di Inggris selama sekitar 400 tahun. Dengan koleksi lebih dari 14 juta bahan cetak, Bodleian Libraries menjadi layanan perpustakaan akademik terbesar di Inggris dan salah satu yang terbesar di Eropa.
Setelah melalui proses katalogisasi, kedua buku dapat ditelusuri melalui SOLO, katalog daring perpustakaan-perpustakaan University of Oxford.
OCIS merupakan lembaga kajian Islam independen yang berafiliasi dengan University of Oxford. Berdiri sejak 1985, lembaga ini berpatron Raja Charles III dan memperoleh Royal Charter dari Ratu Elizabeth II pada 2012. Perpustakaannya bersifat rujukan dan menerapkan proses seleksi terhadap setiap buku yang diusulkan sebelum ditetapkan menjadi bagian dari koleksi.(hms/das/sam)





