Teheran melancarkan pesan langsung kepada pemilih Amerika Serikat (AS) menjelang pemilu legislatif November 2026 ketika Garda Revolusi Iran menerbitkan surat terbuka yang menyerukan penolakan terhadap kebijakan pemerintahan Donald Trump saat ini.
Semarak.co – Surat sepanjang 25 halaman, seperti dilaporkan AFP dan Reuters (30/9/2026), itu diterbitkan Selasa dan ditujukan kepada masyarakat Amerika. Isinya menentang dukungan Washington terhadap Israel serta keterlibatan militer Amerika dalam konflik luar negeri dan regional.
Garda Revolusi (IRGC) menyatakan hubungan damai Iran dan AS dimungkinkan apabila kebijakan Washington berubah. Pernyataan tersebut muncul ketika perang kedua negara memasuki bulan ketujuh dan ketegangan regional tetap tinggi sepanjang waktu.
Juru bicara Garda Revolusi, Hossein Mohebbi, menuduh Donald Trump menyampaikan informasi keliru mengenai program nuklir Iran. Teheran menegaskan program itu menurut mereka tidak bertujuan menghasilkan senjata nuklir, menurut lansiran resmi pemerintah Iran.
Surat itu juga menyoroti Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia. Iran menolak pernyataan Amerika bahwa pengaruhnya atas jalur tersebut telah berkurang akibat operasi pengamanan kapal tanker selama konflik berlangsung.
Pada saat bersamaan, pasukan negara Paman Sam menyelesaikan penarikan dari pangkalan di Irak. Penarikan tersebut merupakan kesepakatan 2024, sementara misi menghadapi kelompok ISIS berlanjut melalui kawasan regional untuk menjaga keamanan kawasan.
Qatar juga melanjutkan diplomasi antara Washington dan Teheran. Mediator Qatar mengatakan pihaknya terus bertukar pesan dengan kedua negara untuk mencari titik temu dan membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih luas.
Reuters mencatat konflik telah mengganggu pasar energi global. Pembicaraan mengenai penghentian perang, program nuklir Iran, sanksi dan pembukaan kembali Selat Hormuz masih menghadapi perbedaan mendasar antara kedua pihak hingga kini. (net/afp/rts/kim/smr)





