Ketegangan antara Republik Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah serangan kelompok Syiah Houthi terhadap Arab Saudi. Perkembangan ini menambah tekanan terhadap keamanan kawasan serta jalur energi internasional.
Semarak.co – Iran dan AS kembali saling mengeluarkan ancaman pada Minggu (20/9/2026) ketika serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi memperluas ketegangan regional dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur energi dunia secara keseluruhan.
Presiden AS Donald Trump memeringatkan Iran agar mencapai kesepakatan atau menghadapi tekanan ekonomi serta ancaman terhadap kepemimpinannya, sementara Teheran menyatakan serangan baru akan dibalas secara keras dan berkelanjutan tanpa kompromi tambahan.
Dilansir Kantor Berita Reuters (20-21/9/2026) dan Al Jazeera (20/9/2026), militer Iran mengatakan setiap serangan baru terhadap wilayahnya akan memicu pembalasan terhadap pangkalan serta kepentingan AS, termasuk sekutu Washington di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya.
Ketegangan meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Riyadh, memerluas konflik yang sebelumnya telah mengganggu pelayaran dan ekspor energi dari kawasan Teluk secara signifikan regional.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling sensitif dalam krisis tersebut. Iran memertahankan pembatasan pelayaran, sementara Amerika menjalankan blokade terhadap pelabuhan selatan Iran dan mengawasi pergerakan kapal komersial internasional.
Situasi itu berdampak pada pasar energi global. Reuters melaporkan bahwa sekarang ini kondisi ekspor energi Teluk sangat terganggu, sementara harga minyak dunia telah menembus 100 dolar AS per barel dalam beberapa pekan terakhir ini.
Di tengah ketegangan tersebut, Trump menyatakan terbuka bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat Sidang Umum PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) berlangsung di New York, AS, membuka kemungkinan kontak diplomatik meskipun ancaman militer terus meningkat kembali.
Iran sebelumnya menyampaikan sejumlah syarat untuk kembali berunding, termasuk penghentian perang, pencabutan blokade laut, pembebasan dana yang dibekukan, penghentian serangan AS dan penghormatan terhadap kedaulatan Iran sepenuhnya resmi dan utuh. (net/rts/alz/kim/smr)





