Hari pertama (I) penyelenggaraan The 5th Summit of Halal 20 atau H20 yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat siang (18/9/2026) menghasilkan 39 kerja sama strategis dalam rangka memperkuat ekosistem jaminan produk halal. Baik pada tingkat internasional maupun nasional.
Semarak.co – Kerja sama mencakup 15 Mutual Recognition Agreement (MRA), 4 nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), 19 Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta 1 MoU antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan mitra strategis.
Melalui kerja sama tersebut, BPJPH terus memperkuat jejaring pengakuan sertifikasi halal internasional, memperluas kemitraan strategis, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia halal sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem jaminan produk halal yang semakin kuat dan terintegrasi.
Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH Abd Syakur mengatakan, kerja sama yang dihasilkan pada H20 ini menunjukkan bahwa penguatan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas negara dan lintas sektor.
“Melalui MRA, MoU, dan kerja sama penguatan sumber daya manusia, BPJPH terus membangun jejaring yang dapat mendukung terwujudnya jaminan produk halal yang semakin kuat, kredibel, dan diakui secara global,” ujar Syakur dirilis humas BPJPH usai acara melalui WAGroup Media Halal Indonesia (BPJPH), Jumat (18/9/2026).
Sebanyak 15 MRA ditandatangani BPJPH dengan Halal Certification Bodies (HCBs) internasional. MRA tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama pengakuan dan penerimaan sertifikasi halal antara Indonesia dan lembaga sertifikasi halal di berbagai negara.
Kelima belas HCBs yang terlibat dalam MRA tersebut adalah Halal Australia PTY, LTD; Halal Certification Services (HCS) Switzerland; Halal Certification Agency Vietnam; IGMG-EHZ European Institute of Halal Certification Germany; Halal Food Council of Europe (HFCE) Italy; Centro Islámico de la República Argentina.
Lalu Halal Correct Spain; Halal Standard Committee of the Spiritual Board of Muslims of the Republic of Tatarstan; Halal Science and Certification Center (HSCS) Tunisia; GHC Global Halal Certification Company Limited Vietnam; THA New Zealand Limited; Japan Halal Certification Promotion Organization (JHCPO).
Instituto Halal de Portugal (IHP); Fambras Certification SAS Colombia; dan ANIC Halal Authority. Kerja sama internasional tersebut memperkuat jejaring kelembagaan halal Indonesia dengan berbagai HCBs di mancanegara sekaligus mendukung penguatan tata kelola pemastian produk halal dalam perdagangan produk lintas negara.
Selain MRA, BPJPH juga menandatangani 4 MoU dengan mitra strategis, yaitu Ministry of Food and Drug Safety (MFDS) Korea, UniGlobal Trainbiz (Shanghai) Co., Ltd., Wagstaff Food Service Pty Ltd Australia, dan Islam Channel Limited.
Kerja sama tersebut mencakup penguatan kolaborasi strategis yang mendukung pengembangan ekosistem halal dan perluasan jejaring kerja sama BPJPH dengan mitra internasional. Di tingkat nasional, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus kerja sama yang dihasilkan dalam H20.
BPJPH menandatangani 19 PKS dengan Lembaga Pelatihan Halal (LPK) untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia di bidang jaminan produk halal. Ke-19 lembaga tersebut meliputi Halal Institute; Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC); LPK PT Kayama Amanah Sejati;
PT Forestcitra Sejahtera (MUTU Institute); Halal Center UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung; Halal Science Center LPPM IPB; PT GreatEdu Global Mahardika; Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan; Lembaga Pelatihan SDM Halal UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Training Center BBSPJIKKP; Balai Diklat Industri Makassar Kementerian Perindustrian; Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang; LPK Bersama Halal Madani; UIN Maulana Malik Ibrahim Malang; LPK Edukasi Wakaf Indonesia; Lembaga Pelatihan Kerja Pusjilal Institut.
Selanjutnya Halal Center Politeknik AKA Bogor; dan LPKS Cendekia Muslim. Selain itu, BPJPH juga menandatangani 1 Nota Kesepahaman dengan PT Agri Tekno Karya sebagai bagian dari penguatan kolaborasi dalam pengembangan ekosistem jaminan produk halal.
Di bagian dirilis humas BPJPH sebelumnya, dilaporkan BPJPH menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) atau forum internasional Halal 20 (H20) ke-5 dengan tema Bridging Bridges: Connecting Nations & Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy di kawasan Cibubur Jakarta Timur, Jumat pagi (18/9/2026).
H20 2026 dihadiri 450 participants perwakilan dari 48 negara dan menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi global dalam membangun ekosistem halal yang semakin terintegrasi dan inklusif. Lalu ada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
Terus Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabaekra) Teuku Riefky Harsya, Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif, dan Digital Ahmad Ridha Sabana.
Hadir pula Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, Menteri Food and Drug Safety Republik Korea Yu-Kyoung Oh, Ketua B57+ Asia Pacific Arsjad Rasjid, para duta besar negara sahabat, perwakilan lembaga sertifikasi halal internasional, mitra strategis halal dalam dan luuar negeri.
Forum H20 mempertemukan lembaga halal, regulator, lembaga sertifikasi halal, pelaku industri, serta berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas penguatan tata kelola halal, kemudahan perdagangan lintas batas, serta pengembangan ekonomi halal secara lebih luas.
Dalam forum yang dihadiri oleh ratusan stakeholder jaminan produk halal dalam dan luar negeri tersebut, Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menilai bahwa halal memiliki karakter universal yang menjadi modal dalam penguatan kerja sama halal global.
“Halal is one language! Because halal in Korean language is halal. In Arabic, halal is halal. In Russian, halal is halal. In Argentina, halal is halal. In Brazil, yes Brazil, halal is halal. China? China, halal is halal. See? This is a miracle,” ujar Kepala BPJPH Haikal disambutan.
Kepala BPJPH Haikal menyoroti pentingnya memperkuat pemahaman halal yang dapat diterima secara luas di berbagai negara. Konsep halal diterima sebagai konsep yang sehat dan baik oleh banyak orang terlepas latar belakang suku, bangsa, agama, dan budayanya.
“Halal bukan hanya untuk Muslim saja. Halal juga berkaitan dengan kesehatan, transparansi, traceability. Halal adalah simbol kesehatan, double clean. Halal is elite food, halal is high and no higher than halal,” lanjut Babe Haikal, sapaan akrab Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan.
Perkembangan ekosistem halal, lanjut Babe Haikal, perlu dilihat secara lebih komprehensif. Industri halal juga tidak hanya mencakup makanan dan minuman saja, tetapi juga mencakup berbagai jenis produk seperti kosmetik, obat, barang gunaan dan sebagainya sebagaimana diatur dalam regulasi Jaminan Produk Halal (JPH).
“Semangat tersebut perlu diterjemahkan ke dalam kerja sama yang mampu meningkatkan keterhubungan ekosistem halal antarnegara,” nilai Babe Haikal dirilis humas usai acara melalui WAGroup Media Halal Indonesia (BPJPH), Jumat siang (18/9/2026).
Penguatan kerja sama dapat mencakup pengakuan sertifikasi, harmonisasi standar, pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas lembaga, kemudahan perdagangan produk halal lintas negara, dan sebagainya yang dilaksanakan atas prinsip saling menguntungkan.
Dalam konteks kawasan, H20 yang digelar dari tanggal 18 sampai dengan 20 September tersebut juga menjadi ruang dialog untuk memperkuat kerja sama halal di kawasan ASEAN. Salah satunya melalui pembahasan pembentukan ASEAN Halal Council.
Penguatan kerja sama regional tersebut menjadi bagian dari agenda yang lebih luas untuk meningkatkan konektivitas ASEAN dengan ekosistem halal global. Kolaborasi dimaksudkan agar perdagangan produk halal dapat berlangsung semakin mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. (hms/jph/smr)





