Uganda dan Burundi Siap Kirim Pasukan ke Gaza

Dua negara Afrika, Uganda dan Burundi membuka peluang mengirim pasukan ke Gaza setelah delegasi militer kedua negara mengunjungi Israel untuk membahas keterlibatan dalam pasukan stabilisasi internasional yang digagas Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya.

Semarak.co – Kunjungan itu berlangsung pekan lalu ketika pejabat militer Uganda bergabung dengan delegasi Burundi dalam pembicaraan mengenai kemungkinan penempatan pasukan, menurut pejabat yang dikutip langsung oleh Associated Press (AP/24/8/2026) dalam laporan terbaru.

Bacaan Lainnya

Pasukan tersebut dirancang mendukung gencatan senjata rapuh di Gaza, menjaga keamanan, membantu pengiriman bantuan kemanusiaan, serta mendukung pelatihan kepolisian Palestina selama masa transisi pascaperang yang berlangsung secara bertahap dan terkendali.

Uganda telah memperoleh persetujuan parlemen untuk mengirim sekitar 1.200 personel, sedangkan Burundi belum menetapkan jumlah pasukan maupun menyelesaikan keputusan resmi mengenai keterlibatan dalam misi tersebut secara keseluruhan hingga kini juga.

Seorang pejabat Board of Peace (BoP) mengatakan Burundi menunjukkan ketertarikan terhadap misi tersebut setelah memperoleh penjelasan mengenai operasi, sementara proses pembahasan dengan negara itu diperkirakan segera dimulai dalam waktu dekat.

Pejabat militer Burundi mengatakan tiga perwira senior ikut memimpin delegasi ke Israel, menunjukkan bahwa pemerintahnya tampak serius mempertimbangkan kontribusi pasukan untuk stabilisasi Gaza dalam tahap berikutnya secara resmi dan terukur.

Uganda dan Burundi memiliki pengalaman operasi perdamaian di Somalia melalui misi Uni Afrika, sehingga pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan kedua negara dinilai potensial bagi penugasan Gaza berikutnya secara internasional.

Namun, rencana pasukan internasional menghadapi tantangan besar karena sejumlah persoalan politik, termasuk perbedaan pandangan mengenai perlucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel dari Gaza secara menyeluruh serta bertahap dalam pelaksanaannya.

AS sebelumnya mengalokasikan lebih dari 206 juta dolar AS untuk mendukung pasukan stabilisasi tersebut, termasuk kebutuhan infrastruktur, kendaraan, peralatan, serta biaya operasional misi internasional yang direncanakan untuk Gaza langsung tersebut.

Jika Burundi akhirnya bergabung, dikutip Reuters, kontribusinya bersama Uganda akan memperkuat keterlibatan negara Afrika dalam rencana stabilisasi Gaza, sekaligus menambah tekanan diplomatik agar misi internasional segera diwujudkan secara nyata dan efektif segera. (net/ap/rts/kim/smr)

Pos terkait