Deretan kamera mulai mengarah ke Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim sesaat setelah ia menyelesaikan sebuah agenda di Kuala Lumpur, Malaysia Rabu (15/7/2026). Pertanyaan para wartawan langsung mengerucut pada satu isu yang sedang menghangat di Negeri Jiran: dugaan keberadaan warga Israel di Malaysia melalui jalur paspor negara lain.
Semarak.co – Jawaban Anwar tidak bertele-tele. Malaysia, kata PM Anwar Ibrahim, tidak akan berkompromi. Jika penyelidikan membuktikan ada warga negara Israel yang berada di wilayah Malaysia, mereka akan segera dideportasi karena pemerintah Malaysia tidak mengakui Israel sebagai sebuah negara.
“Kami sedang menyelidiki. Kami tidak mengizinkannya. Jika ada, tentu saja ada tindakan yang harus diambil. Apabila ada warga negara Israel, mereka akan segera diusir atau dideportasi karena kami tidak mengakui negara mereka,” tegas PM Anwar kepada wartawan seperti dikutip dari Malay Mail dan Bernama.
Pernyataan PM Anwar Ibrahim, seperti dilansir wartabulukumba melalui laman berita msn.com, Sabtu (18/7/2026), mempertegas kembali posisi diplomatik Malaysia yang selama puluhan tahun tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel dan secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina. (net/msn/blm/smr)





