Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) Dody Taufiq Wijaya di kantor Kementerian Desa (Kemendes) PDT Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).
Semarak.co – Dalam audiensi itu, Dody menyampaikan bahwa DPP LDII siap untuk mendampingi dan membentuk desa binaan tematik dalam rangka menindaklanjuti MoU yang sudah dilakukan antara DPP LDII dan Kemendes PDT beberapa waktu lalu.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan beberapa desa yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia untuk diusulkan menjadi desa binaan tematik yang akan didampingi untuk membentuk desa binaan tematik berdasarkan potensi desa tersebut.
Seperti Desa Gadingmangu di Kabupaten Jombang yang berpotensi diusulkan sebagai desa sehat bersama, Desa Batu Nanta Kabupaten Melawi diusulkan sebagai desa ketahanan pangan dan Desa Way Bungur di Lampung Timur yang berpotensi untuk dibangun sebagai Desa Ecowisata.
Selain itu ada juga Desa Anugerah dan Desa Lantari di Kabupaten Bombana yang diusulkan sebagai Desa Sorgum dan Jagung, Desa Kuala Pembuang Satu Kabupaten Seruyan sebagai desa wisata pertanian, Desa Martadah Baru di Kabupaten Tanah Laut yang berpotensi sebagai desa Sorgum dan Talas.
Serta Desa Pantai Cabe di Kabupaten Tapin yang berpotensi sebagai desa janur tiram dan pupuk organik. LDII mengusulkan ada 8 desa binaan tematik, ada yang di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, di Jawa juga ada.
“Mudah-mudahan ini menjadi amal salehnya warga LDII untuk menjadi penggerak desa binaan LDII dan Kementerian Desa PDT,” ungkap Dody dirilis humas Kemendes PDT usai acara melalui WAGroup Media Kemendesa 2025, Senin malam (27/4/2026).
Menanggapi hal tersebut, Mendes PDT Yandri mendukung upaya yang akan dilakukan oleh DPP LDII. Menurutnya, elemen organisasi masyarakat seperti LDII adalah mitra yang sangat strategis dalam pembangunan desa, termasuk membentuk desa binaan.
Keberadaan LDII di berbagai wilayah dan di tengah-tengah masyarakat memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan partisipasi warga desa, memberdayakan masyarakat desa hingga menjadi mitra pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Banyak tadi desa-desa tematik yang diusulkan, ada desa ketahanan pangan, desa wisata dan lain sebagainya. Inti pokoknya kami sudah melihat komitmen tinggi LDII dari berbagai aspek, apakah itu ketahanan pangan, bela negara, kemudian sumber daya manusia dan lain sebagainya itu saya menyaksikan langsung,” ujarnya.
“Luar biasa dan layak untuk dijadikan contoh dan Kemendes bisa mereplikasi itu ke desa-desa, sehingga desa-desa benar-benar bisa mandiri, maju dan berdaya. Semua komponen anak bangsa itu mesti terlibat, apakah itu pejabat negara, ormas, kampus atau pihak swasta untuk terlibat langsung membuat desa binaan,” ujar Mendes Yandri.
“LDII harus membuat peta jalan yang akan dikelola langsung oleh Kemendes PDT bersama LDII. Dan kami tahu basis-basis LDII selalu beririsan dengan desa dan di desa itu tentu banyak potensi dan itu mau kita kembangkan,” demikian Mendes Yandri lagi.
Turut mendampingi Mendes Yandri dalam pertemuan ini yaitu Irjen Kemendes PDT Masyhudi, Dirjen PEID Kemendes PDT Tabrani, Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik serta Staf Khusus Menteri Fahad At-Tamimi. (hms/fqi/smr)





