Mantan pemain belakang FC Barcelona, Javier Mascherano asal Argentina, mendadak meninggalkan klub MLS Amerika Serikat, Inter Miami. Konon ada campur tangan Lionel Messi dalam pemberhetian Mascherano tersebut.
Semarak.co – Javier Mascherano tidak akan lagi melatih Inter Miami mulai pekan ini, setelah menyatakan resign alias mengundurkan diri. Namun, kabar beredar menyebut bahwa Mascherano dipecat manajemen Inter Miami karena start buruk tim.
Sebagai juara bertahan, Inter Miami baru menang tiga kali dan kalah tiga kali dari tujuh laga awal MLS 2026. Alhasil mereka duduk di posisi ketiga klasemen Wilayah Timur dengan hanya selisih gol +1. Yang lebih mengecewakan kekalahan di Babak 16 Besar Concacaf Champions Cup dari Nashville SC.
Bahkan pasukan sepak bola AS dengan Jersey utama warna pink, belum pernah menang di dua laga pertama di stadion baru Nu Stadium. Start buruk Inter Miami ini juga tak lepas dari pensiunnya Sergio Busquets serta Jordi Alba akhir pada musim lalu.
Namun, tidak cuma soal performa buruk tim, tapi juga kegagalan pria berkepala plontos dalam memegang kendali di ruang ganti (locker room) yang dianggap solid tidaknya sebuah tim dilihat dari mesra tidaknya pemain-pelatih ruang ini. Sebab, Messi disebut-sebut sebagai alasan mengapa Mascherano pergi.
Messi kabarnya tidak akur dengan Mascherano di ruang ganti, sekalipun keduanya pernah berbagi sama di FC Barcelona dan Tim Nasional Argentina. Messi yang menentukan siapa-siapa saja pemain yang berhak dekat dengannya dan berada di tim.
Itulah mengapa Mascherano memilih pergi ketimbang mengganggu keharmonisan tim. Kabar ‘buruk’ itu yang buru-buru dibantah Mascherano seraya menegaskan keinginannya pergi dari Inter Miami karena membutuhkan tantangan baru di luar.
“Saya ingin semua orang tahu bahwa saya berhenti sebagai pelatih karena alasan pribadi. Saya akan selalu mengenang momen ketika kami merebut gelar juara pertama dan saya akan selalu mendoakan yang terbaik untuk klub,” ujar Mascherano dalam keterangan di situs resmi klub.
Mascherano yang memulai karier sebagai pemain di River Plate (2003), Corinthians, Liverpool dan mencapai puncak kesuksesan di Barcelona (2010–2018), memegang Inter Miami sebagai pelatih sejak November 2024 dengan 37 kemenangan dari 67 laga alias rasionya 55,2%. (net/dc/kim/smr)





