Iran “Bersih-bersih” internal. Sekitar 500 orang ditangkap atas tuduhan membocorkan knformasi kepads musuh (Amerika Serikat dan Israel). Penangkapan yang dilakukan oleh polisi Iran mencakup warga negara dari beberapa wilayah di negara tersebut (EPA).
Semarak.co – Kepala Kepolisian Republik Iran, Ahmad Reza Radan, telah mengumumkan penangkapan sekitar 500 orang lebih yang dituduh membocorkan informasi rahasia kepada pihak asing pada hari Ahad (15/3/2026).
Langkah tegas ini diambil di tengah agresi udara intensif yang dilancarkan jet tempur AS dan Israel ke berbagai wilayah Iran. Radan menyebutkan bahwa setengah dari kasus tersebut masuk kategori insiden serius.
Insiden yang dikatakan serius itu karena para tersangka diduga memberikan koordinat lokasi akurat, memotret dampak serangan dan mengirimkannya ke luar negeri. Operasi ini meluas hingga ke wilayah yang jauh dari zona perang aktif.
Di bagian Barat Laut, 20 orang ditangkap karena dituduh mengirim detail aset militer ke Israel, sementara di Timur Laut, 10 orang diamankan atas tuduhan mengumpulkan data infrastruktur ekonomi sensitif yang dimiliki Iran.
Penangkapan ini merupakan respons terhadap “fase baru” serangan Israel yang kini lebih fokus menargetkan titik pemeriksaan keamanan berdasarkan informasi dari informan di lapangan. Demikian dilansir Arrahmah.id dan media Iran (16/3/2026).
Pasukan garda revolusi Iran, intelijen Garda Revolusi (IRGC) menuduh AS dan Israel menggerakkan tentara bayaran dan mata-mata untuk memicu kerusuhan di dalam negeri sebagai langkah lanjutan setelah serangan militer.
Tiga orang ditahan di wilayah Barat Iran atas tuduhan menyebarkan kebingungan publik dan merusak simbol-simbol berkabung nasional. Pemerintah Iran kembali menegaskan bahwa upaya kekacauan ini bertujuan untuk menggulingkan rezim.
Hal tersebut mirip dengan narasi yang digunakan saat menghadapi gelombang protes besar pada Januari 2026 lalu. Dengan bantuan informasi dari para tahanan ini, pesawat musuh dilaporkan berhasil mendapatkan koordinat presisi untuk menyerang target-target vital yang sebelumnya sulit dijangkau.
Penangkapan masif yang dilakukan oleh pihak polisi Iran ini menunjukkan kekhawatiran yang sangat tinggi Teheran terhadap “kebocoran dari dalam” (penghianatan) yang memercepat kerusakan infrastruktur militer mereka.
Di sisi lain, para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) mengkhawatirkan bahwa kampanye tersebut akan digunakan untuk menekan perbedaan pendapat di tengah situasi perang yang semakin sulit bagi warga sipil Iran. (net/aid/kim/smr).





