Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Prof Mulyana optimismenya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Insan Media dengan tema: "Kabarkan dan Sukseskan Asian Games 2018 di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis petang (2/8).

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Prof Mulyana optimis Indonesia bisa meraih 12 medali emas pada perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang yang digelar, 18 Agustus hingga 2 September nanti.

“Pada Asian Games 2014 Incheon, Indonesia berada di posisi 17 dengan raihan hanya empat medali emas. Setelah empat tahun, Indonesia kini sebagai tuan rumah. Rasanya kita tidak sulit meraih lebih dari 10 medali emas atau masuk sepuluh besar,” jelas Mulyana mengungkapkan optimismenya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Insan Media dengan tema: “Kabarkan dan Sukseskan Asian Games 2018 di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis petang (2/8).

Menurut Mulyana, peluang untuk meraih peringkat 10 dinilai realistis, berkaca pada Qatar empat tahun lalu ketika merebut posisi 10 dengan raihan 10 emas. Sejak tahun 80 an, Indonesia tidak pernah masuk di peringkat 10 besar

Ketua P2ON (Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional), pengganti Satlak Prima ini menambahkan, cabang yang punya peluang meraih medali emas adalah cabor pencak silat, parayalang, jetski, dan bridge. “Dari 40 cabor itu ada empat cabor andalan kita, yakni pencak silat, jetski, paralayang, dan bridge,” imbuh Mulyana.

“Tiga cabor mempertandingkan enam nomor. Sementara jetski cuma empat nomor. Dari cabor itu saja, perhitungan kita bisa meraih 12 emas. Belum lagi dari cabor lain seperti wushu, bulutangkis, atletik, angkat besi, renang, atau atletik,” tutur pria yang juga dosen Universitas Negeri Jakarta.

Selain itu, lanjut dia, ada juga cabor-cabor yang diprediksi bisa memberikan kejutan. Sistem klasifikasi cabor peraih medali adalah pembagian cluster. “Bukan tidak mungkin, cabor lain memberikan kejutan seperti cabor dayung, sepatu roda atau skateboard dan cabang beladiri seperti taekwondo, sambo, dan ju jitsu,” tutupnya. (zim)

LEAVE A REPLY