Webinar Kemendukbangga/BKKBN, Vasektomi Kontrasepsi untuk Suami Berdampak Positif bagi Istri

Vasektomi Kontrasepsi untuk Suami Berdampak Positif bagi Istri.Foto: humas BKKBN

Metode kontrasepsi atau Keluarga Berencana (KB) pria merupakan bentuk keterlibatan dan tanggung jawab suami dalam pemeliharaan kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga, dan salah satu metode KB pria yang dapat dipilih oleh para suami adalah vasektomi.

Semarak.co – Vasektomi merupakan prosedur kontrasepsi permanen pada pria dengan memutus atau menutup saluran sperma (vas deferens) sehingga sperma tidak dapat keluar bersama air mani saat ejakulasi.

Bacaan Lainnya

“KB pria ini bagian dari negara hadir, pemerintah hadir, jangan sampai perempuan sebagai objek utama untuk mengatur (kelahiran anak), jangan dibebankan hanya kepada perempuan,” ujar Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Dr. Wihaji.

“Kita juga memberikan ruang kepada pria, karena berdasarkan data (Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025) peserta aktif KB pria baru sekitar 3,3% (dari seluruh peserta KB modern), jadi sekitar 96,7%-nya peserta KB perempuan,” jelas Dr. Wihaji dirilis humas melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Jumat sore (25/9/2026).

Dr Wihaji menggelar Webinar Nasional KB Pria dengan tema Berbagi Peran dengan Istri: Peran Suami dalam Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) pada Kamis (24/09/2026).

Pada webinar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia ini, Dr. dr. Ria Margiana selaku narasumber memaparkan bahwa vasektomi dapat dilakukan kepada pria atau suami yang sudah yakin tidak ingin menambah anak lagi.

Metode kontrasepsi pria ini juga memiliki beberapa kelebihan, yakni sangat efektif mencegah kehamilan (efektivitas mencapai 99,95%) serta tidak memengaruhi kemampuan ereksi, gairah seksual atau produksi hormon testosteron.

Salah satu akseptor vasektomi sekaligus motivator KB pria asal Surabaya, Suyono (66) turut memberikan testimoni setelah menggunakan metode vasektomi selama 10 tahun, bahwa setelah pemakaian metode kontrasepsi vasektomi tidak mengalami keluhan, justru meningkatkan hubungan dengan istri.

Narasumber lain dr. Indra Tarigan juga menegaskan bahwa peran aktif suami dalam menjadi akseptor KB, seperti vasektomi, turut berdampak positif bagi istri, antara lain meningkatkan kepercayaan dan komunikasi rumah tangga, serta kesehatan ibu menjadi optimal.

“Kita membandingkan secara sederhana, beban tindakan antara tubektomi pada wanita atau MOW (Metode Operasi Wanita) dan vasektomi atau MOP (Metode Operasi Pria) pada pria, tubektomi merupakan tindakan yang dilakukan dalam rongga perut dan membutuhkan jenis pembiusan tertentu,” ujar dr Indra.

“Sedangkan kalau kita bandingkan dengan vasektomi, ini merupakan tindakan pada saluran sperma yang di luar rongga perut yang seharusnya kalau hitung-hitungan secara medis, ini (vasektomi) jauh lebih minimal risiko yang terjadi dan jauh lebih gampang,” jelas dr. Indra.

Program vasektomi pada umumnya diselenggarakan secara gratis oleh Kemendukbangga/BKKBN tapi pelaksanaannya tetap perlu menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada di daerah masing-masing.

Untuk memperoleh informasi terkait jadwal pelayanan, calon akseptor dapat menghubungi Kantor Dinas KB atau Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB di wilayah domisili. Adapun syarat calon akseptor vasektomi tersebut antara lain memiliki anak minimal dua orang, anak terkecil berusia minimal lima tahun, mendapat persetujuan dari istri, dan berusia minimal 35 tahun.(hms/bkkbn/sam).

Pos terkait