Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah pada selasa (29/09/2026) memberikan bantuan akses jamban sehat bagi Keluarga Risiko Stunting (KRS) guna mewujudkan lingkungan hunian yang higienis dan layak bagi tumbuh kembang anak.
Semarak.co – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, S.Sos., menegaskan keterkaitan erat antara sanitasi layak dan pencegahan stunting. “Pembuatan jamban sehat ini ditujukan bagi keluarga risiko stunting yang belum memiliki sanitasi memadai agar kesehatan ibu dan anak dapat terjaga secara optimal,” tegas Wamen Isyana.
Ia menambahkan bahwa penanganan stunting tidak hanya berfokus pada asupan gizi, tetapi juga memerlukan perbaikan lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, penyediaan sarana sanitasi dasar yang higienis menjadi langkah penting untuk melindungi keluarga rentan dari risiko penyakit berbasis lingkungan.
Penyaluran bantuan fasilitas sanitasi di Kecamatan Ulujadi menyasar rumah tangga yang belum memiliki akses buang air besar yang higienis. Salah satu penerima manfaat adalah Ibu Kamini (40), seorang ibu rumah tangga yang sedang mengandung anak kelimanya, serta Ibu Meri (21), ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang telah memasuki usia kehamilan lima bulan.
Keduanya tinggal di hunian sederhana dengan suami yang bekerja sebagai petani atau tukang kebun. Pembangunan jamban sehat diharapkan dapat membantu mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan selama masa kehamilan.
Selain bagi ibu hamil, penyediaan sanitasi yang layak juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak bawah dua tahun (baduta). Upaya perbaikan fasilitas sanitasi ini turut menyasar keluarga Nur Akila Azzahra (1 tahun 7 bulan), putri dari pasangan Ibu Riani (24) dan Bapak Isman (27).
“Dengan tersedianya jamban yang higienis di lingkungan rumah, risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, diharapkan dapat berkurang sehingga kesehatan dan penyerapan nutrisi anak dapat terjaga,” ujar Isyana dirilis humas usai acara melalui WAGroup Jurnalis Kemendukbangga/BKKBN, Rabu pagi (30/9/2026)
Bantuan berupa pembangunan jamban keluarga sehat melalui Program Genting ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima. Selain pemenuhan fasilitas sanitasi, upaya pencegahan stunting juga perlu didukung melalui pemantauan kesehatan secara rutin serta pemanfaatan layanan Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan guna menjaga kesehatan ibu secara berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Adat Kelurahan Buluri menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah dalam membantu pemenuhan fasilitas sanitasi warga di wilayahnya. Ia menyambut baik bantuan jamban yang diberikan.
Diharapkan program penyediaan lingkungan sehat ini dapat terus dilanjutkan serta diperluas kepada keluarga lain yang belum memiliki jamban layak demi mewujudkan masyarakat yang sehat, selamat, dan sejahtera.
Melalui penyediaan jamban sehat dan perbaikan sanitasi di tingkat keluarga, Kemendukbangga/BKKBN berharap dapat mengurangi risiko paparan penyakit berbasis lingkungan pada keluarga rentan sekaligus mendukung pencapaian target penurunan prevalensi stunting nasional sebesar 14,2 persen pada 2029.(hms/bkkbn/sam)





