Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau capaian pembelajaran berkat dukungan program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (15/1).
Semarak.co – Fajar mengapresiasi talenta-talenta unggul yang tercermin dari capaian hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) peserta didik yang berada di atas rata-rata nasional pada sejumlah mata pelajaran.
Kepala SMA Negeri 1 Kartasura Suharja menyampaikan, program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden turut andil dalam meningkatkan semangat belajar mengajar di sekolah.
“Peningkatan fasilitas membuat kondisi ruang kelas menjadi lebih baik dan mampu menunjang proses pembelajaran di sekolah secara siginifikan,” ujar Suharja, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Jumat (16/1/2026).
Peningkatan fasilitas ini berdampak pada penguatan, peningkatan, dan percepatan kualitas pembelajaran. Ke depan, program revitalisasi ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan dan menyesuaikan dengan kebutuhan sekolah.
Siswa SMA Negeri 1 Kartasura Oxcelvea menyampaikan, sebelum rehabilitasi, keterbatasan ruang kelas membuat proses belajar kurang nyaman. Setelah rehabilitasi, suasana belajar lebih dekat dan mendukung interaksi, sekaligus memberi ruang bagi kegiatan organisasi sekolah.
“Sekarang suasananya jadi lebih nyaman dan jarak kelasnya juga lebih dekat, jadi kita bisa lebih fokus belajar. Harapannya, pembangunannya bisa semakin merata dan bermanfaat untuk teman-teman semua,” ungkapnya.
Mendengar dampak positif yang dirasakan warga sekolah, Fajar menekankan perlunya dukungan seluruh warga sekolah dan pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya keberlanjutan ekosistem pembelajaran yang memadai.
“Program Revitalisasi Satuan Pendidikan memang hadir untuk menyediakan ruang belajar yang lebih layak dan kondusif sebagai penunjang peningkatan kualitas pendidikan,” tuturnya.
Sebelumnya, Fajar mengunjungi SD Kristen Danukusuman Surakarta. Dia meninjau pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP)/Papan Interaktif Digital (PID) dalam proses pembelajaran, berdialog dengan guru dan peserta didik, serta melihat langsung bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan interaksi belajar.
Fajar menyatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan guru dalam mengoperasikan perangkat pembelajaran digital, sekaligus melihat pengalaman belajar peserta didik. Kehadiran kementerian merupakan bentuk dukungan moral kepada sekolah swasta yang konsisten menjalankan tugas konstitusional mendidik anak bangsa.
Menurutnya, kebijakan bantuan digitalisasi pembelajaran diberikan secara adil tanpa membedakan sekolah negeri maupun swasta sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang merata di seluruh satuan pendidikan.
“Kita ingin memastikan seberapa paham gurunya bisa mengoperasikan PID dan seberapa menikmati muridnya menggunakan fasilitas itu. Kehadiran kami juga sebagai dukungan moral kepada sekolah swasta, dan kebijakan ini diberikan secara adil tanpa membedakan negeri dan swasta,” jelas Fajar.
Kepala Sekolah SD Kristen Danukusuman, Veronica Prima, menyampaikan bahwa pemanfaatan PID memberikan manfaat nyata dalam membuat pembelajaran di kelas menjadi lebih interaktif dan mendorong guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih menarik.
“Dengan adanya bantuan PID, proses pembelajaran di kelas menjadi lebih interaktif dan mendorong guru untuk mengeksplorasi metode pembelajaran yang lebih menarik, sehingga anak-anak menjadi lebih antusias dan terlibat aktif dalam belajar,” ujarnya. (hms/smr)





