Band rock KoЯn telah menulis hampir 40 lagu anyar untuk merilis album baru mereka untuk menyapa penggemar musik aliran genre nu metal ke belahan musik global, seperti yang diungkapkan gitarisnya, James “Munky” Shaffer kepada Rolling Stone Brasil.
Semarak.co – KoЯn tengah menjalani proses pengerjaan album baru, tindak lanjut dari “Requiem” yang dirilis tahun 2022 silam. Band beraliran nu metal — percampuran aliran heavy metal, hip metal, rap, hip hop — ini telah banyak menulis dan merekam demi menggelontorkan album barunya.
Menurut apa yang dikatakan gitaris mereka, James “Munky” Shaffer, dalam sebuah wawancara baru dengan majalah musik dunia terdepan, Rolling Stone edisi Brasil, dan dilansir metalinjection.net pada 15/5/2026, mereka memiliki hampir 40 lagu yang perlu diseleksi.
“Ini memakan waktu yang sangat lama sekali,” kata gitaris Shaffer . “Demi Tuhan, kami mungkin sudah menulis hampir 40 lagu, dan meninjaunya, menulis ulang, membuang, bahkan membongkar dan membangunnya kembali,” katanya.
“Ini merupakan proses yang cukup panjang karena kami sangat kritis terhadap apa yang kami lakukan sekarang. Kami sangat teliti, karena kami ingin memertahankan suara asli kami,” lanjut gitaris kelahiran California, Amerika Serikat, 6 Juli 1970.
“Anda tidak bisa benar-benar lepas dari itu — ketika kami mulai bermain, itu terdengar seperti KoЯn, terutama dengan kami berlima,” tambah gitaris yang memomulerkan gitar bersenar 7 dengan distorsi berat dan sound yang disetel rendah.
Bagian dari proses penulisan lagu, KoЯn kali ini melibatkan pemain bass tur mereka, Roberto “Ra” Díaz dan drummer mereka, Ray Luzier, untuk terbiasa bekerja sama dalam pembuatan album, karena kolaborasi mereka biasanya hanya terjadi di atas panggung.
“Menyenangkan melihat mereka mengerjakan bagian-bagiannya, karena mereka melakukan beberapa hal yang tidak akan terpikirkan olehku. Itu merupakan bagian besar dari proses penulisan ini, yaitu kerja sama mereka berdua,” lanjut James Shaffer.
“Karena mereka belum pernah bekerja sama dalam sebuah rekaman. Tentu saja, mereka pernah bekerja sama dalam lagu-lagu lama, tetapi menurutku, dengan mengerjakan lagu-lagu lama, mereka berdua, mempelajari bagian-bagian ritmenya,” ujarnya.
“Ritmenya benar-benar memberikan wawasan tentang apa yang ada di katalog lama, dan mereka membawa nuansa serupa ke dalam materi baru yang telah kami tulis dan itu sangat menarik,” ujar pemilik nama ketika lahir, Brian Phillp Welch.
Sejujurnya, jeda empat tahun antar album bukanlah waktu yang lama jika dibandingkan dengan beberapa karya lainnya. Bagi Shaffer, meluangkan waktu yang cukup sangat penting jika Anda tidak ingin hanya merilis hal yang sama berulang kali.
“Sebagai seorang seniman, dan seniman mana pun, Anda tidak ingin melukis gambar yang sama berulang kali,” kata Shaffer. “Anda ingin menambahkan sedikit cita rasa, menambahkan sedikit warna, menambahkan sesuatu yang baru sehingga terasa segar,” ucapnya.
“Sehingga pendengar tetap mendapat suara klasik, tetapi dengan sentuhan baru. Jadi, ini masih terdengar seperti KoЯn tentu saja. Tidak ada elektronik yang berat, atau Anda tidak akan mendapatkan sesuatu yang terlalu menyimpang. Ini masih sangat didominasi gitar dan bass,” bebernya.
Bulan lalu, secara mengejutkan KoЯn merilis “Reward The Scars” sebagai bagian dari soundtrack paket ekspansi Diablo IV: “Lord Of Hatred” dan mempertunjukkannya secara langsung di Sick New World. Ini menandai karya musik baru pertama dari KoЯn sejak “Requiem”. (net/min/rsb/kim/smr)





