Tekanan Internal Kian Meningkat, PM Inggris Keir Starmer Terancam Mundur, Andy Burnham Digadang Jadi Pengganti

Kemenangan Andy Burnham dalam pemilihan sela, mendorong para anggota parlemen dan tokoh di Partai Buruh Inggris untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Keir Starmer dari tampuk kekuasaan yang masih direngkuhnya.

Semarak.co – Masa depan PM Inggris Keir Starmer berada di ujung tanduk. Laporan media Inggris menyebutkan bahwa ia diperkirakan akan mengumumkan pengunduran dirinya pada hari Senin (waktu setempat), menyusul tekanan internal yang kian meningkat.

Bacaan Lainnya

Surat kabar Observer melaporkan bahwa keputusan tersebut muncul setelah kemenangan telak politisi senior Partai Buruh dalam pemilihan parlemen di wilayah utara Inggris. Kemenangan ini dinilai sebagai pukulan besar bagi kepemimpinan Starmer.

Sumber-sumber internal partai seperti dilansir Arrahmah.id pada Minggu (21/6/2026) menyatakan bahwa Starmer telah menyimpulkan kepada dirinya tidak lagi memiliki dukungan politik yang cukup untuk memertahankan jabatan.

Untuk sebuah keputusan “yang mengejutkan’ tersebut, PM Starmer disebut telah melakukan serangkaian konsultasi dengan para menteri, penasihat, donatur, serta pemimpin serikat pekerja sebelum mengambil langkah tersebut.

Menurut laporan tersebut, Starmer tengah menyiapkan proses pengunduran diri secara bertahap dan terorganisir. Ia juga dikabarkan membahas masa depan politiknya bersama keluarganya di kediaman resmi Perdana Menteri di Chequers.

Namun demikian, laporan lain dari Reuters mengutip sumber pemerintah yang menyatakan, Starmer masih fokus menjalankan tugasnya. Dalam pernyataan sebelumnya, ia bahkan menegaskan siap menghadapi setiap tantangan terhadap kepemimpinannya serta menyerukan persatuan di dalam partai.

Tekanan Internal Menguat

Desakan agar Starmer mundur semakin menguat dalam beberapa pekan terakhir. Sekitar 100 anggota parlemen dari Partai Buruh — hampir seperempat dari total 403 anggota—dilaporkan menuntut adanya rencana jelas terkait pengunduran dirinya.

Tekanan ini meningkat setelah hasil buruk yang diraih Partai Buruh dalam pemilihan lokal bulan lalu. Meski demikian, Starmer sebelumnya berulang kali menegaskan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya.

Di sisi lain, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Burnham sangat  berpotensi untuk mengambil langkah tegas jika ia naik ke kursi perdana menteri, termasuk kemungkinan mengganti Menteri Keuangan saat ini.

Kemenangan Burnham di daerah pemilihan utara Inggris — yang dijuluki “Raja Utara” — semakin memerkuat posisinya sebagai kandidat kuat pengganti Starmer. Dalam pemilihan itu, ia berhasil meraih lebih dari 24 ribu suara, mengungguli kandidat dari partai lain, termasuk kubu populis.

Jika Starmer benar-benar mundur, maka Inggris akan mencatatkan pergantian perdana menteri ketujuh dalam kurun waktu sekitar satu dekade — sebuah tingkat pergantian kepemimpinan yang belum pernah terjadi dalam hampir dua abad terakhir.

Para pengamat menilai tingginya pergantian pemimpin ini mencerminkan kekecewaan publik terhadap pemerintah yang dinilai gagal meningkatkan taraf hidup, memerbaiki layanan publik, serta menangani isu migrasi secara efektif. (net/aid/rts/obs/kim/smr)

Pos terkait