Ketika timnya berhasil mencetak gol, pemain yang duduk di bench tiba-tiba menghambur ke tengah lapangan dan langsung melakukan selebrasi dan ikut memeluk sang pencetak gol. Itulah sekilas pemandangan yang terjadi pada para pemain cadangan di Piala Dunia 2026. Dan mereka tak akan dihukum.
Semarak.co – Pemandangan seperti itu, salah satunya, terjadi pada saat penyerang Tim Nasional Jerman, Deniz Undav diberi selamat oleh rekan-rekan setimnya dari bangku cadangan setelah berhasil mencetak gol melawan Pantai Gading di Stadion Toronto, Kanada pada 21/6/2026.
Peristiwa pemain cadangan yang berlari masuk ke lapangan untuk merayakan gol bersama rekan setimnya pada turnamen Piala Dunia 2026 di AS, Kanada dan Meksiko kemungkinan besar tidak akan menerima sanksi dari wasit maupun federasi sepak bola.
Fenomena yang terjadi di lapangan saat laga tersebut beberapa kali terlihat sepanjang fase grup. Pada Jumat lalu (19/6/2026), misalnya, pemain cadangan masuk ke lapangan untuk ikut merayakan gol dalam tiga dari empat pertandingan yang digelar.
Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi saat timnas AS mengalahkan Paraguay pada 13 Juni 2026 lalu. Ketika Gio Reyna mencetak gol, pelatih Mauricio Pochettino bersama sejumlah pemain cadangan terlihat berlari ke lapangan untuk merayakannya.
Momen serupa kembali terjadi dalam laga AS melawan Australia di Seattle. Saat wasit Felix Zwayer memastikan gol Alex Freeman sah setelah pemeriksaan VAR, beberapa pemain cadangan yang sudah bersiap masuk ke lapangan langsung bergabung dalam selebrasi.
Aturan IFAB
Menurut regulasi yang dikeluarkan International Football Association Board (IFAB), wasit memang memiliki kewenangan untuk memberikan tindakan disipliner kepada pemain cadangan yang memasuki lapangan tanpa izin.
Namun, buku peraturan IFAB juga menyebut pertandingan hanya perlu dihentikan apabila kehadiran pemain tersebut “mengganggu jalannya permainan”. Lantaran selebrasi yang terjadi setelah gol tidak memengaruhi permainan yang sedang berlangsung.
Para pemain cadangan yang masuk ke lapangan dalam situasi tersebut diperkirakan tidak akan menerima kartu kuning maupun hukuman lainnya. Pemandangan serupa juga terlihat dalam kemenangan Brasil 3-0 atas Haiti di Philadelphia.
Setelah penyerang Brasil Vinicius Junior mencetak gol, sejumlah pemain yang berada di bangku cadangan ikut berlari ke lapangan untuk merayakannya. Hal sama terjadi ketika Timnas Paraguay mengalahkan Turki. Gol cepat Matias Galarza disambut selebrasi massal yang melibatkan para pemain cadangan Paraguay.
Kendati tidak diperkirakan menjatuhkan hukuman, perangkat pertandingan tetap mencatat waktu yang terbuang akibat selebrasi. Itulah mengapa, tambahan waktu (extra time) akan diberikan sesuai durasi yang hilang sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.
Selebrasi semacam ini sebenarnya bukan hal baru di Piala Dunia. Pada edisi 2022 di Qatar, seperti dilansir Bola.com dari The Athletic (21/6/2026) sejumlah tim juga melakukan hal serupa, meski tidak semua peserta turnamen memilih merayakan gol dengan cara itu. (net/bc/ta/kim/smr)





