Prabowo Subianto diapit Gubernur DKI Anies Baswedan (kiri) dan Sudirman Said (kanan) usai deklarasi Sudirman Said sebagai Cagub di Pilkada Jateng 2018 di Rumah Prabowo Kertanegara, Kebayoran, Jakarta, Rabu (13/12)

Sekretaris Jenderal (Sekjen DPP) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto besar kemungkinan menerima mandat para kader untuk maju lagi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

semarak.co-Di antara alasan utama Gerindra memajukan Prabowo di Pilpres 2024 karena elektabilitas Prabowo masih tinggi. Tiga lembaga survei, yakni Fixpoll Research and Strategic Consulting, Indikator Politik Indonesia, dan Indonesia Political Opinion (IPO) secara terpisah mengeluarkan hasil survei elektabilitas calon presiden (capres).

Dua dari tiga lembaga survei itu menemukan angka 20,7 dan 26,2% responden memilih Prabowo yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) itu, jika pemilihan presiden dilakukan saat ini. Yakni, Indikator Politik Indonesia menempatkan Prabowo di angka 26,2%.

Prabowo ditempel Ganjar Pranowo di angka 20,8%, dan Anies Baswedan 15,5%, Ridwan Kamil 5,7%, Sandiaga Salahuddin Uno 5,4%, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,4%, Khofifah Indar Parawansa 2,6%, Mahfud MD 1,9%, Gatot Nurmantyo 1,7%, Tito Karnavian 1,3%, dan Airlangga Hartarto 1,1%, dan beberapa tokoh lainnya belum mencapai 1 persen.

“Dan, dengan tidak mendahului jawaban beliau, saya katakan sekali lagi, Insya Allah Pak Prabowo akan maju di Pilpres 2024,” tandas Muzani saat dihubungi seperti dikutip aceh.tribunnews.com/2021/10/12/.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, walau elektabilitas Prabowo tinggi, tapi belum cukup untuk memenangi Pilpres 2024. Lembaga Fixpoll Research and Strategic Consulting menempatkan Prabowo sebagai unggulan pertama dengan 20,7%, disusul Ganjar Pranowo 15,2%.

Disusul Anies Baswedan (12,8%), Ridwan Kamil (7,5%), Agus Harimurti Yudhoyono (6,9%), Sandiaga Uno (4,9%), Khofifah Indar Parawansah (2,7%), Puan Maharani (2,5%) dan Gatot Nurmantyo (1,1%).

Yang menarik, pada survei IPO, Prabowo tidak masuk dalam tiga besar. Tokoh dengan elektabilitas tertinggi versi IPO adalah Anies Baswedan 18,7%, Ganjar Pranowo 16,5 persen, Sandiaga Uno 13,5%, Agus Harimurti Yudhoyono 9,9%, dan Prabowo berada di posisi kelima dengan elektabilitas 7,8%.

Majunya Prabowo dalam Pilpres 2024 mendapat respons positif dari sejumlah elit partai politik lainnya. PPP, misalnya mengatakan meski belum membahas secara intens soal Pemilu 2024, sebagai partai berbasis agama, PPP menilai Prabowo akan berhasil menjadi Presiden ke-8 RI apabila dipasangkan dengan tokoh dari kalangan religius.

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, harapannya masih sama bahwa pola-pola pasangan Pilpres yang ada juga mengikuti pola-pola sebelumnya, termasuk yang kemudian terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Yakni capresnya adalah individu yang diidentifikasi sebagai sosok dari kelompok nasionalis, maka cawapresnya yang diharap PPP adalah dari sosok yang merepresentasikan dari kalangan agamis atau religious.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, PKS memang sudah memutuskan akan menokohkan Habib Salim Segaf Al Jufri (Ketua Dewan Syura PKS) sebagi figur nasional dari kalangan ulama, berilmu, bijak, dan insya Allah amanah.

Namun, hal itu tidak membuat pintu komunikasi PKS tertutup. Peluang berkoalisi dengan Gerindra tetap terbuka. Berbeda dengan statemen-statemen ala elit parpol, kalangan pengamat malah mengingatakan Gerindra mengenai tantangan berat bagi Prabowo untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024.

“Banyak ganjalan dihadapi Prabowo, salah satunya dari PA 212 yang dulu pernah mendukungnya dan saat ini kontra terhadap dirinya. Jadi, dukungan ke Prabowo tidak otomatis bertambah dengan tidak majunya Jokowi di Pilpres 2024,” ujar kata seorang pengamat.

Pengamat lainnya mengatakan hal senada. “Para pendukung Prabowo pada Pilpres 2019, dipastikan akan banyak yang beralih ke capres lain atau memilih golput. Sebagian mereka ini kecewa kepada Prabowo yang memilih masuk kabinet Jokowi,” ungkap pengamat itu seperti juga dilansir aceh.tribunnews.com/2021/10/12/.

Peluang menang masih terbuka bagi Prabowo bila dia dapat memilih cawapres yang pas. Cuma, yang dipertanyakan, apakah tokoh-tokoh potensial seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dan lainnya akan mau berpasangan dengan Prabowo?

Mengutip news.detik.com/berita/Minggu, 10 Okt 2021 12:56 WIB/Lantas, siapa yang cocok jadi cawapres untuk damping Prabowo? Nama-nama tokoh ini muncul dalam sejumlah survei simulasi capres-cawapres 2024.

Nama Ketua DPR Puan Maharani, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga Kepala BIN Budi Gunawan pernah muncul dalam simulasi cawapres untuk Prabowo. Berikut ini hasil simulasinya.

  1. Indo Barometer

Lembaga survei Indo Barometer pernah menakar simulasi head to head antara Prabowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan jika maju Pilpres 2024. Lewat simulasi pasangan capres-cawapres, Prabowo dipasangkan dengan beberapa bakal cawapres, seperti Ketua DPR/Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Kepala BIN Budi Gunawan (BG), dan Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo.

Sedangkan Anies disimulasikan berpasangan dengan Menko Perekonomian/Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Wakil Ketua DPR/Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Waketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Survei dilakukan pada 9 Januari 2020 sampai 15 Januari 2020. Sampel dari survei ini berjumlah 1.200 responden dari 34 provinsi. Margin of error survei sebesar 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data wawancara dan tatap muka responden menggunakan kuesioner.

Seperti apa hasilnya?

Simulasi A

Prabowo-Puan: 39,3%

Anies-Airlangga: 21,9%

Tidak akan memilih: 5,8%

Rahasia: 3,3%

Belum memutuskan: 21,0%

Tidak tahu/tidak jawab: 8,8%

Simulasi B

Prabowo-Puan: 38,6%

Anies-Cak Imin: 22,1%

Tidak akan memilih: 6,6%

Rahasia: 3,4%

Belum memutuskan: 21,1%

Tidak tahu/tidak jawab: 8,3%

Simulasi C

Prabowo-Puan: 37,0%

Anies-AHY: 25,8%

Tidak akan memilih: 5,6%

Rahasia: 3,3%

Belum memutuskan: 20,7%

Tidak tahu/tidak jawab: 7,8%

Simulasi D

Prabowo-Puan: 36,6%

Anies-Ridwan Kamil: 26,2%

Tidak akan memilih: 5,5%

Rahasia: 2,8%

Belum memutuskan: 20,8%

Tidak tahu/tidak jawab: 8,2%

Simulasi E

Prabowo-BG: 36,1%

Anies-AHY: 26,2%

Tidak akan memilih: 5,8%

Rahasia: 3,3%

Belum memutuskan: 20,6%

Tidak tahu/tidak jawab: 8,0%

Simulasi F

Prabowo-Prananda: 35,4%

Anies-AHY: 26,2%

Tidak akan memilih: 5,9%

Rahasia: 2,9%

Belum memutuskan: 21,1%

Tidak tahu/tidak jawab: 8,5%

  1. Parameter Politik Indonesia

Lembaga survei Parameter Politik Indonesia juga pernah melakukan simulasi pasangan capres dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pilpres 2024. Survei digelar dari 23-28 Mei 2021 dengan metode telepolling menggunakan kuesioner.

Jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dengan metode simple random sampling dari 6.000 nomor ponsel. Ribuan nomor ponsel itu dipilih secara acak dari kerangka sampel yang ada, dan disesuaikan dengan proporsi populasi secara gender. Margin of error sebesar kurang-lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Publik diminta memilih pasangan capres dan cawapres apabila diikuti dua pasangan tokoh, tiap simulasi berisi pasangan tokoh yang berbeda. Ada empat simulasi yang dipaparkan Parameter Politik Indonesia.

Responden dalam survei ini diberi pertanyaan ‘Jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, dan dan hanya diikuti oleh 2 pasangan tokoh berikut ini. Siapakah yang akan Anda pilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI?’. Berikut ini jawabannya.

Simulasi Skenario Pasangan 1

Prabowo-Anies 43,8%

Puan-AHY 13,9%

Ragu/Tidak jawab 42,3%

Simulasi Skenario Pasangan 2

Anies-AHY 35,9%

Prabowo-Puan 21,8%

Ragu/Tidak jawab 42,3%

Simulasi Skenario Pasangan 3

Prabowo-Ganjar 35,7%

Anies-Sandiaga Uno 32,1%

Ragu/Tidak jawab 32,2%

Simulasi Skenario Pasangan 4

Prabowo-Sandiaga 37,7%

Puan-Anies 25,1%

Ragu/Tidak jawab 37,2%

  1. Indostrategic

Lembaga Indostrategic juga pernah merilis survei terkait elektabilitas pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 2024. Survei ini dilakukan pada 23 Maret-1 Juni 2021 dengan total responden 2.400 yang tersebar di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan metode multi-stage random.

Survei ini dilakukan secara tatap muka dengan mengedepankan protokol kesehatan. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar 2 persen. Simak hasil lengkap elektabilitas pasangan capres-cawapres 2024 versi Indostrategic:

Anies Baswedan-AHY 20,25%

Prabowo Subianto-Puan Maharani 14,65%

Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil 8,05%

Prabowo- Ridwan Kamil 5,13%

AHY-Sandiaga Uno 5,05%

Ganjar Pranowo-AHY 4,05%

Prabowo-Sandiaga 2,45%

Puan-Ridwan Kamil 2,35%

AHY-Muhaimin Iskandar 2,15%

Ganjar-Airlangga 1,80%

Anies-Sandiaga 1,65%

Lainnya 8,92%

Tidak Tahu 16,15% (net/dtc/tbc/smr)