Sucofindo Hadirkan Solusi Sertifikasi Arise, Kesiapan Pelaku Usaha Era New Normal, foto: humas Sucofindo

PT Sucofindo menghadirkan jasa sertifikasi Arise sebagai solusi bagi pelaku usaha di masa New Normal atau kebijakan baru di tengah pendemi virus corona jenis baru penyebab Covid-19. Jasa Sertifikasi Arise ini mampu mendukung keberlangsungan usaha dan menjaminkan keyakinan para konsumen dalam tatanan New Normal.

semarak.co– Direktur Komersial 1 Sucofindo Herliana Dewi mengatakan, hal ini merupakan salah satu inovasi Sucofindo di tengah pandemi Covid-19 dan turut hadir dalam misi #BUMNMelekPerubahan.

Herliana menjelaskan bahwa sertifikasi ARISE ini dapat menjadi pedoman dan panduan para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah, terutama terkait dengan protokol kesehatan dan tata aturan New Normal.

“Arise bisa menjadi tolak ukur bagi para pelaku usaha dalam meninjau sejauh mana kesiapan penyesuaian bisnis di tatanan normal baru,” jelas Herliana dalam rilis Humas Sucofindo, Minggu (16/8/2020).

Selain itu, kata Herliana, bagi para pelaku usaha yang mengimplementasikan Arise mampu memberikan jaminan dan meningkatkan keyakinan para komsumen untuk menggunakan jasa mereka.

BACA JUGA :  Sucofindo Raih Apresiasi The Most Entrepreneurial SOE dari Ajang BUMN Marketeers Award 2020

Selanjutnya, Sertifikasi Arise menurut Herliana secara umum dapat dilihat adalah bagaimana pola pengendalian risiko sesuai jenis bisnis para pelaku, yaitu eliminasi dengan menghilangkan sumber bahaya dari paparan Covid-19. “Dunia usaha pun mulai berbenah di era baru dengan berkegiatan yang memperhatikan protokol kesehatan,” katanya.

Langkah yang diterapkan sebagai upaya protokol kesehatan di dunia usaha adalah dengan cara tidak menerima tamu dari daerah atau negara zona merah dan kuning, atau tamu dengan riwayat pernah mengunjungi daerah atau negara zona merah dan kuning dalam dua minggu ke belakang.

Selain itu, Engineering Control, menciptakan pembatas berupa kaca atau plastik transparan di petugas front office, meningkatkan nilai tukar udara ruangan untuk meminimalkan terjadinya resirkulasi udara dalam ruangan tempat berkumpul, sehingga menimimalkan penularan melalui droplet yang ada di udara.

Administrative Control pengaturan menjaga jarak dengan tamu, tidak bersalaman, pemeriksaan suhu tubuh, serta Personnel Pertective Equipment atau Alat Pelindung Diri (PPE/APD dalam kelengkapan dan penggunaan masker dan hand sanitizer.

BACA JUGA :  Sucofindo Peduli Penanganan Covid-19 Beri Bantuan pada Pemerintah Jambi

Herliana menambahkan dan menjaminkan bahwa untuk auditor Sucofindo dalam pengerjaan ARISE ini dilaksanakan dengan tenaga profesional.

“Auditor kami memiliki kualifikasi ISO 45001 sehingga terbiasa dengan pendekatan identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian risiko kesehatan serta keselamatan kerja serta konsep hirarki pengendalian risiko,” imbuhnya.

Sucofindo juga dilengkapi dengan Auditor Lembaga Sertifikasi Usaha yang terbiasa dengan proses bisnis pariwisata. Selanjutnya, Herliana menyatakan dengan Arise ini, nantinya tak hanya fokus pada sektor pariwisata tetapi juga dapat digunakan sebagai pedoman untuk sektor pelayanan publik, kesehatan, industri manufaktur, migas, dan konstruksi untuk memasuki tatanan normal baru.

“Namun, untuk saat ini jasa Sertifikasi ARISE Sucofindo tengah fokus pada bidang pariwisata dan food and beverage, dan akan meluas sesuai kebutuhan ragam sektor industri,” ungkap Herliana.

Dalam implementasi Physical Distancing, Sucofindo juga berinovasi dengan mengadakan pelatihan online yang meliputi pelatihan Sistem Manajemen yang berbasis ISO, serta Eco Framework, seperti PROPER (Program Pemeriksa Kinerja Perusahaan) dalam pengelolaan lingkungan hidup dan Life Cycle Assessment /LCA).

BACA JUGA :  Sucofindo dan Pertamedika IHC, Sinergi Dukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Kemudian, kata dia, Sucofindo juga tengah berproses dalam mengimplementasikan penerapan New Normal dengan melakukan langkah-langkah pencegahan Covid-19.

Implementasi yang dilakukan dalam upaya terserbut adalah penggunaan teknologi informasi, salah satunya mengutamakan pertemuan atau pelatihan secara daring atau online, menggunakan digital signature untuk penandatangan surat atau laporan dan mengutamakan pembayaran secara cashless. (smr)

LEAVE A REPLY