Sidak SPMB di Surabaya, Wamendikdasmen Atip Minta Warga Lapor Jika Ada Pelanggaran

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB)di sejumlah sekolah SMA di Surabaya pada Jumat (20/6/2025).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB)di sejumlah sekolah SMA di Surabaya pada Jumat (20/6/2025).

Semarak.co – Atip menyatakan, Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di Jawa Timur berjalan lancar dan transparan. Dia mengapresiasi kesiapan sekolah dalam memastikan kelancaran proses SPMB.

Bacaan Lainnya

“Hari pertama saja sudah 70 calon siswa yang mendaftar, dan semua mengikuti prosedur dengan tertib. Saya melihat langsung, tidak hanya menerima laporan,” ujar Atip, dirilis humas usai acara melalui WAGroup Mitra BKHumas Fortadik, Sabtu (21/6/2025).

Atip menekankan pentingnya transparansi dan kewaspadaan terhadap praktik percaloan. Ia menjelaskan bahwa aturan terkait SPMB sudah sangat jelas. Sehingga, diharapkan orang tua tidak dengan mudah percaya informasi atau tawaran dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Bila ada pelanggaran atau indikasi pelanggaran, segera laporkan. Kami akan tindak tegas, dan kami pastikan tidak ada praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai menyampaikan, keterbatasan daya tampung sekolah negeri menjadi salah satu tantangan dalam SPMB di Jawa Timur.

Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan menjawab tantangan tersebut dengan memperkuat kolaborasi bersama sekolah-sekolah swasta di seluruh kabupaten/kota.

Ia menambahkan, berdasarkan data, total penerima beasiswa dan bantuan pendidikan mencapai 72.841 calon siswa/siswi SMA/SMK swasta di Jawa Timur. Total kuota ini tersebar di 1.156 lembaga dari 2.936 lembaga swasta di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

“Inisiatif ini sebagian besar datang langsung dari pihak sekolah swasta. Mereka aktif membuka akses beasiswa bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri. Ini bukti nyata bahwa kolaborasi pemerintah dan swasta berjalan sangat efektif,” imbuhnya.

Program ini menjadi komitmen bersama agar tidak ada anak putus sekolah hanya karena tidak diterima di sekolah negeri. Informasi mengenai sekolah swasta penerima program beasiswa ini telah tersedia melalui laman resmi SPMB Jatim  dan dapat diakses publik secara transparan.

Strategi Sekolah Hadirkan Layanan yang Humanis

Terkait dinamika di lapangan, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Surabaya, Titik Hariani, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan strategi komunikasi dan layanan publik yang humanis.

“Kami berkomitmen menghadapi masyarakat dengan bahasa yang santun dan sabar, meskipun kadang ada orang tua yang belum memahami aturan dari jalur prestasi ataupun domisili. Di sisi lain, proses seleksi daring kami pastikan dapat dipantau langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Ia menekankan keterbukaan  menjadi prioritas utama sekolah. “Proses ini kami laksanakan secara adil, transparan, dan akuntabel. Semua pihak menerima hasil dengan ikhlas, dan sejauh ini tidak ada gejolak,” pungkasnya. (hms/smr)

Pos terkait